Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Perwakilan Ninja Xpress menunjukkan produk aksesoris dari perak hasil kolaborasi dengan HS Silver, Jumat (10/12)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA-Ninja Xpress sebagai penyedia layanan logistik last mile di Asia Tenggara, menghadirkan berbagai program loyalitas bertajuk Ninja Rewards. Program ini sebagai dukungan untuk membantu UKM semakin produktif.
Berangkat dari semangat “Siap Bantu Sampai Tujuan”, Ninja Xpress berkomitmen memastikan ketepatan, kemudahan dan solutif dalam menjawab kebutuhan customer, salah satunya untuk para pelaku UKM di wilayah DIY.
Pelaku UKM di DIY dapat memanfaatkan program loyalitas Ninja Rewards, seperti Point Rewards, Creative Hub, Prima Benefit, Aksilerasi, dan Pinjaman Modal. Sebanyak 12 kategori dan 400 lebih item hadiah dapat ditukarkan dengan Point Rewards yang dimiliki shipper atau pelaku UKM. Hadiah tersebut seperti aksesoris, barang elektronik, fashion, gadget, home living, uang muka kendaraan bermotor, office stationery, health and body care, voucher diskon delivery, peminjaman modal hingga penukaran GarudaMiles untuk penerbangan menggunakan maskapai Citilink.
Untuk memudahkan pelaku UKM dalam mengatasi kendala keterbatasan modal, Ninja Xpress menyediakan fasilitas Pinjam Modal yang aman dan terpercaya dengan beberapa pemain jasa keuangan seperti Pinjam Modal.
“Menurut data BPS, di DIY ada lebih dari 500.000 UMKM yang tersebar di kabupaten dan kota, sejalan dengan data tersebut Ninja Xpress optimistis untuk membantu produktivitas dengan berbagai program yang kami miliki, dan diharap mampu membantu pelaku UKM untuk semakin produktif, dan berkembang lebih cepat,” tegas Andi Djoewarsa, chief Marketing Officer Ninja Xpress, Jumat (10/12).
Selain memberikan fasilitas Ninja Rewards, kehadiran Ninja Xpress di DIY menggandeng brand lokal ternama untuk sama-sama mendukung pengrajin lokal rintisan yang diwujudnyatakan dalam program Lokalisme.
Kolaborasi brand kebanggaan tanah air dengan para pengrajin tradisional dari tiga kota berbeda berhasil dihelat. Pertama, kolaborasi pakaian minimalis dari brand ‘Better Goods’ dengan pengrajin kain celup ‘Tarum Bali’. Selain itu ada juga kolaborasi antara brand sepatu lokal ‘Saint Barkley’ Bandung dengan ‘Ridaka Tenun’ Pekalongan.
Di DIY, kolaborasi Lokalisme diadakan antara brand spesialisasi aksesori etnik bernuansa edgy atau modern Kal Akkara, yang berkolaborasi dengan pengrajin perak legendaris Yogyakarta HS Silver. Kolaborasi tersebut menghasilkan empat produk yang memiliki makna tersendiri di setiap produknya, seperti Cincin Mandala, Cincin Lilit, Bangle Mandala, dan Bangle Lilit.
Terinspirasi dari semangat yang sama “Siap Bantu Sampai Tujuan” yang selalu digaungkan Ninja Xpress, HS Silver menunjukan optimisme yang tinggi dalam kolaborasi bersama pengrajin lokal Kal Akkara.
“Lewat Lokalisme, sejumlah Produk yang telah terjual menjadi titik awal Pelaku UKM lokal menghadirkan market baru untuk dapat semakin mengenal nilai budayanya dan dapat membantu UKM lokal bertahan selama pandemi. Hal tersebut sejalan dengan tagline lokalisme yaitu, Lokal biar vokal,” ujar Artin Wuryani selaku Business & Development Director HS Silver.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.