Bulog Yogyakarta Launching Bantuan Pangan Juli - September 2026
Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta secara resmi membuka penyaluran Program Bantuan Pangan (Banpang) Beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September
Pelaku UMKM yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Manunggal yang berada di kalurahan Srikayangan, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo, memproduksi Superbram, beberapa waktu lalu./Harian Jogja
KULONPROGO-Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi penopang penting dalam perekonomian di DIY. Namun, di tengah pandemi Covid-19, menjadi tantangan bagi UMKM. Adaptasi dengan teknologi digital, menjadi keniscayaan untuk bertahan dan berkembang.
Salah satu usaha yang terus bisa bertahan, dengan penjualan langsung dan memanfaatkan penjualan daring yaitu usaha dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Manunggal, di Pergiwatu Wetan, Srikayangan, Sentolo, Kulonprogo. KWT Putri Manunggal membuat bawang goreng, dengan mengusung brand Superbram.
Bawang goreng tanpa pengawet, dan penyedap rasa, dengan berbagai varian rasa orisinal, crispy, dan pedas ini tetap eksis. “Kami mendapatkan fasilitas untuk QRIS dari Bank BPD DIY itu, yang memudahkan konsumen dalam pembayaran, dengan barcode itu bisa pesan, bayar melalui transfer, memudahkan konsumen,” ucap Ketua KWT Putri Manunggal, Dwi Nurani, Kamis (9/12).
Dikatakan Dwi, harga bawang goreng yang stabil dan lebih diterima oleh pasar akhirnya menjadi ide bagi KWT untuk membuat produk olahan bawang merah menjadi bawang goreng. Usaha yang diusung oleh warga setempat sudah berlangsung selama sekitar lima tahun.
Sementara proses produksi bawang goreng sendiri, kata Dwi cukup sederhana. Bawang merah yang sudah dikupas diiris tipis-tipis untuk kemudian dikeringkan. Selanjutnya bawang diberikan bumbu khusus tergantung varian mana yang mau dibikin, ada original yang tanpa tambahan bumbu, crispy dengan sedikit tepung serta varian pedas yang ditambah dengan daun jeruk purut. Tahap berikutnya, yaitu menggoreng bawang hingga kering, lalu dimasukkan ke dalam kemasan.
Saat ini, Bank BPD DIY memang terus memperluas pemanfaatan QRIS, termasuk bagi UMKM. Tidak hanya mengejar jumlah merchant QRIS, namun edukasi pemanfaatan agar dapat digunakan secara maksimal turut dilakukan.
Dwi mengatakan dengan kemudahan untuk konsumen membeli produk Superbram tersebut, meningkatkan penjualan juga. “Terus terang dengan QRIS meningkatkan penjualan. Penjualan sudah ke berbagai daerah di Indonesia. Kami manfaatkan marketplace, dan media sosial, serta web juga,” ucapnya.
Untuk penjualan secara offline, saat ini produk Superbram sudah merambah ke Tomira yang tersebar se-Kulonprogo, termasuk di Yogyakarta International Airport (YIA) dan sejumlah toko atau mal di Jogja.
Dwi berharap Superbram yang awalnya pada 2018 dengan dukungan Bank Indonesia (BI) DIY, dan UGM juga, bisa terus mendapat dukungan, termasuk dari Bank BPD DIY. “Kami harap masih bisa terus digandeng. Bekerja sama, saling menguntungkan. Misal ada event Bank BPD DIY, kami bisa diajak sebagai UMKM binaan,” ujarnya. (Adv).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta secara resmi membuka penyaluran Program Bantuan Pangan (Banpang) Beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san