Jateng Buka Pendaftaran Beasiswa Santri hingga Juli 2026
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Petugas mensterilkan tabung LPG untuk mencegah penyebaran Covid-19 belum lamaa ini./ Ist/Pertamina MOR IV
Harianjogja.com, JAKARTA - Harga LPG di Indonesia masih lebih murah dibanding negara tetangga. Meski harga LPG nonsubsidi naik, nyatanya, harga tersebut masih lebih murah dibanding Vietnam hingga Singapura.
Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading Irto Ginting mengatakan, untuk harga LPG yang dijual Pertamina mencapai Rp11.500 per kg (data 3 November 2021).
"Masih kompetitif dibandingkan Vietnam sekitar Rp23.000 per kg, Filipina sekitar Rp26.000 per kg, dan Singapura sekitar Rp31.000 per kg," kata Irto, Minggu (26/12/2021).
Sementara, untik Malaysia dan Thailand, harga LPG relatif rendah karena adanya subsidi dari pemerintah masing-masing.
Irto melanjutkan, naiknya harga LPG non subsidi berbeda-beda agar dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. "Ini untuk menciptakan fairness harga antar daerah," ujarnya. Sementara untuk LPG subsidi, alias gas 3 kg, Irto menegaskan tidak ada penyesuaian harga. "Harga masih mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.