Registrasi Biometrik SIM Dilanggar, Komdigi Tegur Dua Operator
Komdigi menegur dua operator seluler yang masih mengaktifkan kartu SIM tanpa registrasi biometrik sesuai aturan yang berlaku sejak 1 Juli 2026.
Pengunjung melintasi logo BRI di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (13/4)./Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Permintaan Kredit Usaha Mikro Kecil Menengah Skala Menengah di Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih rendah yang memicu terjadinya perlambatan kredit yang diberikan kepada pelaku UMKM.
Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa perbankan juga saat ini tengah fokus pada perbaikan kualitas kredit di segmen menengah UMKM
“Penyaluran kredit kepada segmen menengah mengalami perlambatan dikarenakan demand di pelaku industri masih terbatas dan perbankan pada umumnya akan fokus pada perbaikan kualitas kredit di segmen ini,” kata Aes, Jumat (25/2).
Bank Indonesia melaporkan kredit untuk skala menengah mengalami penurunan 25,2% yoy, menjadi Rp336,4 triliun pada Januari 2022. Pada Desember 2021 sebesar Rp343,7 triliun, turun 24,4%.
Sementara itu, untuk kredit skala mikro mencapai Rp374,6 triliun, melesat 73,2% yoy. Lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya (61,9 persen yoy).
Pertumbuhan juga terjadi pada segmen kredit untuk skala kecil. Total kredit untuk skala kecil yang disalurkan perbankan pada Januari 2022 sebesar Rp429,6 triliun, naik 6,3 persen secara tahunan, melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya (28,5% yoy).
Aes mengatakan hingga akhir kuartal IV/2021 tercatat portofolio kredit UMKM BRI telah mencapai sebesar 83,86% dibandingkan dengan total penyaluran kredit. Proporsi kredit UMKM BRI akan terus didorong naik hingga mencapai 85%.
BRI membagi segmentasi pelaku usaha berdasarkan tiering pinjamannya. “Untuk pinjaman Mikro sampai dengan 250 juta, pinjaman kecil 250 juta–Rp25 miliar dan pinjaman menengah Rp25 miliar-Rp200 miliar,” kata Aes.
Dia menambahkan strategi BRI untuk memberdayakan dan mengembangkan segmen UMKM ada dua. Pertama, adalah mendorong UMKM untuk naik kelas, dengan melakukan berbagai program edukasi dan pendampingan.
Kedua, dengan menyasar segmen yang lebih kecil, yakni ultra mikro sebagai pertumbuhan baru.
Dengan strategi tersebut BRI dapat melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan biaya seefisien mungkin. Hal tersebut dapat dicapai dengan digitalisasi layanan perbankan sehingga semua akan menjadi lebih cepat dan efisien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Komdigi menegur dua operator seluler yang masih mengaktifkan kartu SIM tanpa registrasi biometrik sesuai aturan yang berlaku sejak 1 Juli 2026.
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Jogja Bay menghadirkan Bay Culture Show bertema Ramayana di Kolam Ombak. Simak jadwal pertunjukan Oktober 2026 dan harga tiket mulai Rp90.000.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.
Guru Besar UKI Angel Damayanti mengingatkan potensi penyalahgunaan gim online untuk propaganda ekstremisme dan mendorong penguatan literasi digital.