Tzu Chi Sinar Mas dan Paguyuban Sinar Mas Bantu 71 Siswa SDN Kenteng 2
Misi Pendidikan Tzu Chi Sinar Mas bersama Paguyuban Sinar Mas Yogyakarta menggelar kegiatan bakti sosial di SDN Kenteng 2
Plt GM Grage Ramayana Hotel Jogja Edi Handoko bersama karyawan mengenakan pakaian adat Jawa di sela peluncuran Sego Manten sebagai inovasi baru hotel yang berada di Jalan Sosrowijayan no 33 Yogyakarta, Kamis (8/9/2022)./Harian Jogja
JOGJA—Grage Ramayana Hotel Yogyakarta kembali memberikan inovasi produk bagi pelanggan, khususnya di bidang kulineri. Hotel ini menyajikan Sego Manten untuk setiap Kamis Pahing.
Plt GM Grage Ramayana Hotel Jogja Edi Handoko mengatakan menu baru Sego Manten tersebut dihadirkan untuk mengangkat dan melestarikan makanan tradisional. Sego Manten yang diperkirakan muncul sejak abad ke 18 itu masih dipertahankan keberadaannya hingga saat ini.
"Kami hadirkan Sego Manten setiap Hari Kamis Pahing. Ini untuk mengakomodasi pelanggan yang ingin menikmati hidangan tradisional. Jadi pelanggan tinggal datang langsung, tidak perlu reservasi," katanya, Kamis (8/9/2022) di Jalan Sosrowijayan no 33 Yogyakarta.
Untuk menyantap menu utama (main course) yang disajikan per September ini, kastamer cukup merogoh dana Rp88.000 saja. Main course yang disajikan terdiri dari nasi putih, capcay, daging sapi, telur, ikan pindang dan krupuk. Sebelum menikmati Sego Manten ini, kastamer lebih dulu disuguhi menu pembuka (appetizer) berupa sop manten. Adapun menu penutup (dessert), disediakan es dawet dan es dung-dung.
"Kenapa hanya ada di Kamis Pahing, karena hari itu menurut adat Jawa termasuk hari sakral, hari berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Makanya setiap Kamis Pahing semua karyawan kami akan berpakaian adat Jawa, dekorasi juga kami buat secara tradisonal Jawa," katanya.
Meskipun hanya disajikan pada Kamis Pahing, pihaknya tetap menyediakan menu tersebut jika sewaktu-waktu ada kastamer yang membutuhkan Sego Manten. Hanya saja, pelanggan perlu melakukan reservasi dulu sebelum datang ke lokasi.
"Jadi keberadaan menu Sego Manten ini kami harapkan untuk melestarikan makanan tradisional terutama kepada generasi muda. Jangan melupakan sejarah bangsa ini," ujarnya.
Chef Taufan Dwi Laksono mengatakan peminat makanan tradisional cukup tinggi. Sego Manten, katanya umumnya disajikan pada setiap acara kondangan (pernikahan). Namun menu tersebut saat ini sudah bisa dinikmati tanpa harus pergi ke kondangan dulu. "Kalau mau menikmati Sego Manten tinggal ke sini, tidak perlu menunggu kondangan. Jadi menu ini kami hadirkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Misi Pendidikan Tzu Chi Sinar Mas bersama Paguyuban Sinar Mas Yogyakarta menggelar kegiatan bakti sosial di SDN Kenteng 2
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 7 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 6 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Memberi minum kepada korban kecelakaan ternyata bisa berbahaya. Simak penjelasan medis mengenai risiko tersedak, aspirasi, hingga gangguan penanganan darurat.
Gaji baru masuk tetapi saldo rekening cepat menipis? Simak empat cara mengelola pengeluaran rutin agar keuangan tetap aman hingga akhir bulan.