Agar Gaji Tidak Cepat Habis, Terapkan 4 Kebiasaan Ini

Jumali
Jumali Kamis, 06 Agustus 2026 23:27 WIB
Agar Gaji Tidak Cepat Habis, Terapkan 4 Kebiasaan Ini

Foto ilustrasi gaji/tunjangan hari raya - Freepik


Harianjogja.com, JOGJA—Fenomena gaji cepat habis setelah tanggal muda masih menjadi persoalan yang dialami banyak masyarakat. Berbagai kebutuhan rutin seperti belanja bulanan, transportasi, tagihan listrik, pulsa, paket data internet hingga kebutuhan rumah tangga lainnya sering kali harus dipenuhi dalam waktu yang hampir bersamaan.

Akibatnya, tidak sedikit orang yang merasa saldo rekening menyusut lebih cepat dari perkiraan meski baru beberapa hari menerima gaji.

Kondisi tersebut tercermin dalam Survei Konsumen Bank Indonesia edisi Juni 2026 yang menunjukkan porsi pendapatan masyarakat yang dialokasikan untuk tabungan turun menjadi 17 persen. Di sisi lain, riset Katadata Insight Center (KIC) menemukan sekitar 41 persen pendapatan bulanan masyarakat kelas menengah digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Besarnya porsi pengeluaran rutin membuat kemampuan menabung dan mengelola keuangan menjadi semakin penting, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup dan kebutuhan digital.

Pengeluaran Kecil yang Sering Tak Disadari

Salah satu penyebab anggaran cepat terkuras adalah akumulasi berbagai pengeluaran yang nominalnya terlihat kecil. Pulsa, paket data internet, token listrik, biaya transportasi, hingga langganan layanan digital sering dianggap sepele jika dilihat secara terpisah.

Padahal, jika dijumlahkan selama satu bulan, total pengeluaran tersebut dapat menyerap porsi anggaran yang cukup besar.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan lebih dari separuh pengguna internet seluler di Indonesia menghabiskan antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per bulan hanya untuk kebutuhan kuota internet.

Ketika kebutuhan tersebut digabungkan dengan pengeluaran rutin lainnya, beban keuangan bulanan bisa meningkat tanpa disadari.

Agar kondisi tersebut tidak mengganggu stabilitas keuangan, ada beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan.

1. Pisahkan Anggaran Kebutuhan Pokok Sejak Awal Bulan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan dana gaji untuk berbagai keperluan tanpa perencanaan yang jelas.

Karena itu, segera setelah menerima gaji, alokasikan dana khusus untuk kebutuhan pokok seperti tagihan listrik, air, internet, pulsa, paket data, cicilan, dan kebutuhan rumah tangga.

Dengan memisahkan dana sejak awal, risiko kekurangan uang untuk kebutuhan penting di pertengahan bulan dapat diminimalkan.

Saat ini banyak aplikasi perbankan maupun dompet digital yang menyediakan fitur autodebit dan pengingat pembayaran sehingga pengguna tidak perlu khawatir terlambat membayar tagihan.

2. Gunakan Promo Secara Bijak

Promo dan diskon memang dapat membantu menghemat pengeluaran, tetapi hanya jika dimanfaatkan untuk kebutuhan yang memang sudah direncanakan.

Diskon pembelian paket data, cashback token listrik, atau potongan harga kebutuhan rumah tangga bisa menjadi peluang untuk mengurangi biaya rutin bulanan.

Namun, pengguna tetap perlu berhati-hati agar tidak terjebak pembelian impulsif hanya karena tergiur potongan harga.

Prinsip yang perlu dipegang sederhana: beli karena membutuhkan, bukan karena sedang diskon.

3. Lakukan Evaluasi Pengeluaran Setiap Bulan

Kebiasaan mencatat dan mengevaluasi pengeluaran sering diabaikan, padahal langkah ini sangat penting untuk menjaga kesehatan keuangan.

Luangkan waktu beberapa menit setiap akhir bulan untuk meninjau pengeluaran yang sudah dilakukan. Dari evaluasi tersebut, pengguna dapat mengetahui pos mana yang mengalami kenaikan dan mana yang masih bisa dihemat.

Sebagai contoh, jika biaya paket data terus meningkat, mungkin sudah saatnya beralih ke paket yang lebih sesuai kebutuhan. Begitu pula jika tagihan listrik melonjak, evaluasi penggunaan perangkat elektronik di rumah dapat menjadi solusi.

Dengan memahami pola pengeluaran, perencanaan anggaran bulan berikutnya akan menjadi lebih realistis.

4. Manfaatkan Satu Aplikasi untuk Memantau Pengeluaran

Saat ini banyak aplikasi keuangan maupun super-app yang memungkinkan pengguna melakukan berbagai transaksi dalam satu platform, mulai dari membeli pulsa, paket data, token listrik hingga membayar berbagai tagihan.

Menggunakan satu aplikasi dapat mempermudah pencatatan dan pemantauan arus pengeluaran bulanan.

Selain lebih praktis, riwayat transaksi yang tersimpan dalam satu sistem juga membantu pengguna melihat pola belanja dan menentukan area yang berpotensi dihemat.

Beberapa aplikasi bahkan menyediakan grafik dan laporan pengeluaran otomatis yang memudahkan pengguna memahami kondisi keuangannya secara lebih menyeluruh.

Disiplin Jadi Kunci

Pada akhirnya, menjaga agar gaji tidak cepat habis bukan hanya soal besarnya pendapatan, tetapi juga bagaimana cara mengelolanya.

Perencanaan sejak awal bulan, pemanfaatan promo secara bijak, evaluasi rutin, serta pencatatan pengeluaran yang rapi dapat membantu menjaga kondisi keuangan tetap sehat.

Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut, masyarakat dapat lebih leluasa memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus tetap memiliki ruang untuk menabung dan mempersiapkan kebutuhan masa depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online