FC Seoul vs Persib: Beda Nilai Skuad Cuma Rp27,5 Miliar
Nilai pasaran FC Seoul mencapai Rp209,6 miliar, sedangkan Persib Rp182,1 miliar. Cek selisih keduanya jelang ACL 2.
Ilustrasi tabungan./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Di tengah gempuran gaya hidup konsumtif dan tawaran diskon digital yang menggoda, menyisihkan uang setiap bulan memang terasa berat. Namun, masyarakat Jepang memiliki sebuah metode menabung sederhana yang telah dipraktikkan selama lebih dari satu abad. Teknik bernama Kakeibo ini tidak mengandalkan aplikasi keuangan atau rumus investasi yang rumit, melainkan kebiasaan mencatat pengeluaran secara sadar agar seseorang lebih bijak mengelola uang.
Apa Itu Kakeibo?
Kakeibo adalah metode pengelolaan keuangan terkenal yang banyak dilakukan para ibu rumah tangga di Jepang. Metode ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 oleh seorang jurnalis bernama Makoto Hani. Pada 2017, Kakeibo kembali dipopulerkan melalui sebuah buku yang ditulis oleh Fumiko Chiba berjudul Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money. Seperti semua budgeting keuangan, ide di balik Kakeibo adalah membantu kita memahami hubungan dengan uang dengan mencatat semua pengeluaran dan pemasukan.
Yang membedakan Kakeibo adalah ia tidak menggunakan teknologi digital seperti aplikasi atau lembar Excel. Kakeibo menekankan pentingnya menuliskan sesuatu secara fisik—sebagai cara meditatif untuk memproses dan mengamati kebiasaan belanja Anda. Dengan menulis, Anda benar-benar meresapi setiap transaksi dan pengeluaran yang terjadi.
Pertanyaan Kunci Sebelum Membeli
Menurut metode Kakeibo, Anda harus bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut sebelum membeli sesuatu:
6 Langkah Menabung ala Kakeibo
1. Mencatat Seluruh Pemasukan
Langkah pertama adalah mencatat seluruh pemasukan setiap awal bulan, baik dari pemasukan rutin seperti gaji bulanan maupun penghasilan tambahan. Metode Kakeibo menyarankan Anda untuk mencatat keuangan dengan cara menulis memakai pena atau pensil di buku agar Anda benar-benar meresapi apa yang Anda catat.
2. Nabung Dulu, Baru Alokasi Dana ke Beberapa Pos
Metode Kakeibo menyarankan Anda untuk menyisihkan terlebih dahulu uang yang akan ditabung, baru mengalokasikan sisanya ke beberapa pos pengeluaran. Dalam metode Kakeibo, ada empat kategori pos pengeluaran:
Survival (kebutuhan pokok): biaya makan, tagihan, cicilan, dan kewajiban lainnya.
Optional (kebutuhan sekunder): hiburan, makan di luar, dan sebagainya.
Culture (kebutuhan untuk tambahan wawasan): buku, film, majalah, dan lain sebagainya.
Extra (pengeluaran lainnya): beli kado untuk ulang tahun teman anak, uang melayat tetangga, dan lain sebagainya.
3. Tunggu 24 Jam Sebelum Membeli Barang
Orang Jepang biasanya melakukan pertimbangan yang cukup lama sebelum memutuskan untuk membeli barang. Cobalah untuk tidak membiasakan diri langsung membeli barang yang disukai setelah melihatnya. Pikirkan terlebih dahulu setidaknya satu hari penuh untuk melihat apakah barang itu hanya sebatas keinginan atau benar-benar kebutuhan. Bila Anda masih berpikir tentang barang itu setelah satu hari, barang memang sesuai kebutuhan, dan keuangan mencukupi, belilah barang tersebut.
4. Sering-sering Cek Saldo Rekening
Sering memeriksa sisa saldo rekening yang tersisa dapat membantu Anda untuk mengontrol keuangan. Sebab, hal itu akan membantu Anda untuk fokus dalam mengatur jumlah uang yang harus dikeluarkan.
5. Membuat Pengingat di Dompet dan HP
Salah satu trik menarik yang bisa dilakukan untuk menabung adalah menyisipkan catatan pengingat di dompet dengan tulisan "Apakah kamu BENAR-BENAR membutuhkan barang ini?" Dengan demikian, Anda akan terus ingat untuk selalu melakukan pertimbangan sebelum melakukan transaksi belanja.
6. Bertransaksi Pakai Uang Tunai
Bertransaksi menggunakan kartu debit atau kredit sering kali membuat seseorang tidak sadar dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Maka dari itu, cobalah untuk bertransaksi dengan uang tunai agar Anda bisa lebih sadar tentang berapa nominal yang sudah dikeluarkan untuk berbelanja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nilai pasaran FC Seoul mencapai Rp209,6 miliar, sedangkan Persib Rp182,1 miliar. Cek selisih keduanya jelang ACL 2.
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.
Pakistan menjadi negara dengan kualitas udara terburuk 2025. PM2.5 mencapai 13,5 kali pedoman WHO, sementara Indonesia membaik.