Lebih dari Sejuta Jutawan Baru Lahir dalam Setahun
UBS Global Wealth Report 2026 mencatat kekayaan dunia tumbuh 10,8 persen pada 2025. Swiss masih menjadi negara dengan rata-rata kekayaan tertinggi.
Ilustrasi tabungan./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Di tengah gempuran gaya hidup konsumtif dan tawaran diskon digital yang menggoda, menyisihkan uang setiap bulan memang terasa berat. Namun, masyarakat Jepang memiliki sebuah metode menabung sederhana yang telah dipraktikkan selama lebih dari satu abad. Teknik bernama Kakeibo ini tidak mengandalkan aplikasi keuangan atau rumus investasi yang rumit, melainkan kebiasaan mencatat pengeluaran secara sadar agar seseorang lebih bijak mengelola uang.
Apa Itu Kakeibo?
Kakeibo adalah metode pengelolaan keuangan terkenal yang banyak dilakukan para ibu rumah tangga di Jepang. Metode ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 oleh seorang jurnalis bernama Makoto Hani. Pada 2017, Kakeibo kembali dipopulerkan melalui sebuah buku yang ditulis oleh Fumiko Chiba berjudul Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money. Seperti semua budgeting keuangan, ide di balik Kakeibo adalah membantu kita memahami hubungan dengan uang dengan mencatat semua pengeluaran dan pemasukan.
Yang membedakan Kakeibo adalah ia tidak menggunakan teknologi digital seperti aplikasi atau lembar Excel. Kakeibo menekankan pentingnya menuliskan sesuatu secara fisik—sebagai cara meditatif untuk memproses dan mengamati kebiasaan belanja Anda. Dengan menulis, Anda benar-benar meresapi setiap transaksi dan pengeluaran yang terjadi.
Pertanyaan Kunci Sebelum Membeli
Menurut metode Kakeibo, Anda harus bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut sebelum membeli sesuatu:
6 Langkah Menabung ala Kakeibo
1. Mencatat Seluruh Pemasukan
Langkah pertama adalah mencatat seluruh pemasukan setiap awal bulan, baik dari pemasukan rutin seperti gaji bulanan maupun penghasilan tambahan. Metode Kakeibo menyarankan Anda untuk mencatat keuangan dengan cara menulis memakai pena atau pensil di buku agar Anda benar-benar meresapi apa yang Anda catat.
2. Nabung Dulu, Baru Alokasi Dana ke Beberapa Pos
Metode Kakeibo menyarankan Anda untuk menyisihkan terlebih dahulu uang yang akan ditabung, baru mengalokasikan sisanya ke beberapa pos pengeluaran. Dalam metode Kakeibo, ada empat kategori pos pengeluaran:
Survival (kebutuhan pokok): biaya makan, tagihan, cicilan, dan kewajiban lainnya.
Optional (kebutuhan sekunder): hiburan, makan di luar, dan sebagainya.
Culture (kebutuhan untuk tambahan wawasan): buku, film, majalah, dan lain sebagainya.
Extra (pengeluaran lainnya): beli kado untuk ulang tahun teman anak, uang melayat tetangga, dan lain sebagainya.
3. Tunggu 24 Jam Sebelum Membeli Barang
Orang Jepang biasanya melakukan pertimbangan yang cukup lama sebelum memutuskan untuk membeli barang. Cobalah untuk tidak membiasakan diri langsung membeli barang yang disukai setelah melihatnya. Pikirkan terlebih dahulu setidaknya satu hari penuh untuk melihat apakah barang itu hanya sebatas keinginan atau benar-benar kebutuhan. Bila Anda masih berpikir tentang barang itu setelah satu hari, barang memang sesuai kebutuhan, dan keuangan mencukupi, belilah barang tersebut.
4. Sering-sering Cek Saldo Rekening
Sering memeriksa sisa saldo rekening yang tersisa dapat membantu Anda untuk mengontrol keuangan. Sebab, hal itu akan membantu Anda untuk fokus dalam mengatur jumlah uang yang harus dikeluarkan.
5. Membuat Pengingat di Dompet dan HP
Salah satu trik menarik yang bisa dilakukan untuk menabung adalah menyisipkan catatan pengingat di dompet dengan tulisan "Apakah kamu BENAR-BENAR membutuhkan barang ini?" Dengan demikian, Anda akan terus ingat untuk selalu melakukan pertimbangan sebelum melakukan transaksi belanja.
6. Bertransaksi Pakai Uang Tunai
Bertransaksi menggunakan kartu debit atau kredit sering kali membuat seseorang tidak sadar dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Maka dari itu, cobalah untuk bertransaksi dengan uang tunai agar Anda bisa lebih sadar tentang berapa nominal yang sudah dikeluarkan untuk berbelanja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UBS Global Wealth Report 2026 mencatat kekayaan dunia tumbuh 10,8 persen pada 2025. Swiss masih menjadi negara dengan rata-rata kekayaan tertinggi.
Lima film horor Indonesia mendominasi box office 2026. Danur: The Last Chapter memimpin dengan 3,6 juta penonton, disusul Ghost In The Cell dan Alas Roban.
Dua pemuda asal Prambanan, Sleman, ditangkap polisi setelah video mereka mengacungkan celurit di jalan umum viral di media sosial. Motifnya untuk konten dan pen
Indonesia tercatat memiliki biaya naturalisasi tertinggi di Asia Tenggara mencapai Rp75,71 juta. Simak perbandingannya dengan Filipina, Thailand, Singapura, dan
MoonPay meluncurkan PayBox yang memungkinkan ChatGPT dan Claude membantu transaksi kripto, belanja online, hingga pemesanan tiket dengan sistem keamanan berlapi
Petani bawang merah lahan pasir di Bantul mulai panen raya. Namun harga jual anjlok hingga Rp15 ribu per kilogram akibat melimpahnya pasokan dari berbagai daera