MLSC Jogja 2026 Jadi Panggung Bibit Sepak Bola Putri Menuju Timnas
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA — Okupansi hotel-hotel di Jogja pada pekan-pekan terakhir bulan ini diprediksi kembali meningkat berkat sejumlah event yang akan digelar di wilayah DIY. Padahal sejak kenaikan harga BBM, okupansi hotel terus drop hingga 30%.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan dampak kenaikan harga BBM awal September lalu menyebabkan tingkat hunian kamar menurun drastis hingga 30%.
Hal tersebut terjadi karena ada sekitar 120 travel trip yang membatalkan kunjungannya ke DIY. "Setelah harga BBM naik, memang banyak kunjungan yang dibatalkan karena biaya operasional bertambah," katanya, Kamis (15/9).
Dampak pembatalan tersebut, kata Deddy, berperngaruh pada okupansi hotel-hotel di DIY. Jika sebelumnya okupansi bisa mencapai 60%-70%, saat ini hanya berkisar 30%-50%.
BACA JUGA: Pengusaha Kerajinan Menangi Hadiah Umrah dari JNE
Hal itu terjadi terutama pada hotel-hotel bintang 2 ke bawah. "Kondisi ini berbeda dengan hotel bintang 3-5 yang masih tertolong dengan adanya MICE [Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)," ujarnya.
Meskipun okupansi hotel setelah kenaikan harga BBM sempat menurun, Deddy memprediksi okupansi hotel di DIY akan kembali bergairah karena banyak even yang melibatkan jumlah massa banyak di Jogja.
"Ya okupansi hotel sedikit menggeliat pada minggu-minggu ini karena banyaknya event di DIY," katanya.
Beberapa event yang digelar antara lain, Jogja Bike Rendevous (JBR) pada 16-18 September; PHRI Bike Tour seri 4 Jogja pada 17 September; KAI Bike mulai 24 September; serta berbagai event lainnya.
Khusus JBR, lanjut Deddy, ada sekitar 1.000 kamar yang sudah dipesan terutama untuk hotel bintang 3-5. Begitu juga dengan PHRI Bike Tour dan KAI Bike seri 4 juga meningkatkan okupansi di kelas bintang 3 ke bawah.
BACA JUGA: Inflasi Tinggi, Sultan Jogja Minta Bupati & Wali Kota Antisipasi Kenaikan Harga
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di DIY cenderung menurun sejak Juli 2022 lalu.
Tercatat, TPK hotel bintang selama Juli 2022 berada pada angka 62,17% dan hotel nonbintang sebesar 24,88%.
Adapun rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada Juli 2022 mencapai angka 1,50 hari dan hotel nonbintang mencapai 1,20 hari.
Jumlah kedatangan penumpang melalui Bandara Adisutjipto dan YIA pada Juli 2022 tercatat 139.784 orang, sedangkan jumlah keberangkatan penumpang pada Juli 2022 sebanyak 144.926 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Top Ten News Harianjogja.com Senin 21 September 2026 membahas MBG, kesehatan, sampah, pupuk, harga emas, olahraga hingga KAI.
Pensiunan TNI asal Gunungkidul, Kidjo, menceritakan pengalamannya menjalani operasi hingga kontrol dengan memanfaatkan Program JKN.
Dosen Unisa Yogyakarta mengembangkan kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik untuk luka diabetes. Riset masih tahap praklinis.
Sebanyak 151 kasus kekerasan perempuan dan anak ditangani Bantul hingga Juli 2026. Sebanyak 47 kasus merupakan kekerasan psikis.
ESDM menawarkan 8 blok migas pada lelang tahap II 2026 serta 3 wilayah kerja available. Cek daftar, komitmen, dan jadwal lelang.