Biodiesel B40 Mulai Dijual di Pasaran secara Bertahap
PT Pertamina Patra Niaga mulai melakukan penyaluran bahan bakar nabati campuran solar dengan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) 40% atau biodiesel B40.
Ilustrasi migas./Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA - Harga minyak mentah dunia menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun lalu, setelah sempat jatuh ke titik terendahnya pada April 2020.
Peningkatan harga itu terutama didorong oleh peningkatan dari sisi permintaan seiring mulai pulihnya ekonomi global. Perusahaan-perusahaan migas terbesar di dunia pun turut menuai berkah dari kenaikan harga minyak dunia tersebut.
BACA JUGA : Perusahaan Migas Berkumpul di Jogja, Ada Apa?
Mengutip Visual Capitalist yang mengeluarkan data berdasarkan CompaniesMarketCap.com, kenaikan harga minyak mampu mengantarkan kembali Saudi Aramco menjadi perusahaan paling untung di dunia pada 2021.
BUMN migas Arab Saudi itu memiliki kapitalisasi pasar hampir US$2 triliun pada 2021, menempatkannya di posisi teratas perusahaan migas dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Kapitalisasi pasar Saudi Aramco bahkan hampir setara dengan kombinasi valuasi dari 19 perusahaan migas terbesar di dunia.
Setelah Saudi Aramco, perusahaan asal Amerika Serikat, yakni ExxonMobil dan Chevron menempati posisi kedua dan ketiga perusahaan migas dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, masing-masing sebesar US$257,3 miliar dan US$205,29 miliar.
Kemudian, perusahaan migas asal Belanda, Shell, menempati posisi keempat dengan kapitalisasi pasar mencapai US$175,28 miliar.
Disusul oleh PetroChina dengan kapitalisasi pasar US$162,55 miliar, TotalEnergies dari Prancis US$130,56 miliar, Gazprom dari Rusia US$121,77 miliar, ConocoPhillips dari Amerika Serikat US$95,93 miliar, British Petroleum (BP) dari Inggris US$93,97 miliar, dan Rosneft dari Rusia US$84,07 miliar.
Berikut daftar 20 perusahaan migas terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar 2021:
1. Saudi Aramco (Arab Saudi) US$1.979 miliar
2. ExxonMobil (AS) US$257,3 miliar
3. Chevron (AS) US$205,29 miliar
4. Shell (Belanda) US$175,28 miliar
5. PetroChina (China) US$162,55 miliar
6. TotalEnergies (Prancis) US$130,56 miliar
7. Gazprom (Rusia) US$121,77 miliar
8. ConocoPhillips (AS) US$95,93 miliar
9. BP (Inggris) US$93,97 miliar
10. Rosneft (Rusia) US$84,07 miliar
11. Equinor (Norwegia) US$83,60 miliar
12. Enbridge (Kanada) US$82,82 miliar
13. Sinopec (China) US$80,48 miliar
14. Novatek (Rusia) US$79,18 miliar
15. Duke Energy (AS) US$78,08 miliar
16. Petrobras (Brasil) US$69,91 miliar
17. Southern Company (AS) US$66,64 miliar
18. Lukoil (Rusia) US$64,70 miliar
19. CNOOC (China) US$52,04 miliar
20. Enterprise Products (AS) US$50,37 miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
PT Pertamina Patra Niaga mulai melakukan penyaluran bahan bakar nabati campuran solar dengan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) 40% atau biodiesel B40.
PSBS Biak vs Arema FC berakhir 2-4 di babak pertama. Trio Brasil tampil ganas, ini jalannya laga dan susunan pemain.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Trump klaim kesepakatan dagang besar dengan Xi Jinping. China disebut beli 200 pesawat Boeing dan bahas Selat Hormuz.
Aston Villa vs Liverpool jadi laga penentuan Liga Champions. Salah comeback, ini prediksi skor dan susunan pemain.
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.