Luhut Sebut 50 Juta Warga Desil 1 hingga Desil 5 Bakal Terima Bansos Digital
Luhut menyebut 50 juta masyarakat miskin desil 1–5 akan menerima bansos digital. Penyaluran ditargetkan mulai 2027 secara cashless.
Suasana deretan gedung bertingkat dan perumahan padat penduduk di Jakarta, Senin (4/7/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Harianjogja.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2022 hari ini, Senin (6/2/2023). Ekonom memproyeksikan akan tumbuh di atas 5 persen namun melambat.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyampaikan untuk 2022, ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh di rentang 5,0-5,1 persen year-on-year (yoy).
“Proyeksi kami masih sama untuk 2022, tanpa mengecilkan sisa-sisa luka pandemi Covid-19 [scarring effects], ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh 5,0-5,1 persen,” ungkapnya kepada Bisnis, Minggu (5/2/2023).
Prediksi pertumbuhan ekonomi kali ini menurut Core Indonesia lebih optimis dari prediksinya sebelumnya yang hanya akan berada pada kisaran 4-5 persen.
Lebih lanjut, dalam pandangan Yusuf, ekonomi Indonesia memiliki ciri khas dan daya tahan tersendiri, yang membedakannya dengan banyak negara lain, termasuk peer countries.
Yusuf melihat kondisi seperti peningkatan harga komoditas berpengaruh besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022.
“Menguatnya permintaan domestik, khususnya dorongan pent-up demand yang sejalan dengan suksesnya pengendalian pandemi, juga tidak kalah signifikan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang menyamai dan bahkan berpotensi melampaui kondisi pra-pandemi,” lanjutnya.
Sementara itu, Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercermin dari produk domestik bruto (PDB) akan tumbuh ke angka 5,27 persen.
“Untuk setahun penuh 2022, kami memperkirakan PDB akan meningkat sebesar 5,27 persen, atau naik dari 2021 [3,69 persen],” katanya dikutip dalam keterangan resmi, Minggu (5/2/2023).
Faisal berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 akan tetap Tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi global di bayang-bayang resesi, meski sudah menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dengan demikian, Faisal melihat bahwa sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan besar akan bergeser dari sektor eksternal ke sektor domestik, karena kegiatan ekspor diperkirakan akan melemah seiring dengan perlambatan ekonomi global.
“Pembukaan kembali ekonomi China memang dapat mendukung permintaan, namun harga komoditas masih rentan berlanjut melemah di tengah prospek peningkatan pasokan dan penurunan permintaan di AS dan zona euro,” jelasnya.
Tercatat pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 berhasil tumbuh sebesar 3,69 persen (yoy). Dengan angka pertumbuhan tersebut, PDB per kapita Indonesia meningkat menjadi Rp62,2 juta (atau setara dengan US$4.349,5), lebih tinggi dari PDB per kapita sebelum pandemi yang sebesar Rp59,3 juta pada 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Luhut menyebut 50 juta masyarakat miskin desil 1–5 akan menerima bansos digital. Penyaluran ditargetkan mulai 2027 secara cashless.
Bulog Jogja mencatat serapan gabah 212.000 ton atau 108,71% dari target. Stok beras kini mencapai 74.679 ton.
Gangguan layang-layang di jalur Whoosh turun 65 persen pada September 2026. KCIC mencatat 26 kejadian dan perkuat pengawasan.
Bareskrim menangkap Tatang Winata, buron kasus impor HP dan popok bayi ilegal senilai Rp253 miliar di Bandara Soekarno-Hatta.
4.845 titik panas terdeteksi di Sumatera. Kabut asap menyelimuti Riau dengan kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.
Tim UGM mendampingi Griya Cokelat Nglanggeran memperkuat daya saing produk melalui inovasi kemasan, CRM, dan pengembangan kakao dari hulu hingga hilir.