5 Pabrik Tekstil Bakal Tutup, 12.000 Karyawan Terancam Di-PHK
laku industri tekstil mengaku produk impor semakin deras sehingga mengancam keberlangsungan usaha dan menjamurnya PHK massal.
Suasana gerbang pabrik PT Dean Shoes di Karawang, Jawa Barat/Bisnis-Widya Islamiati
Harianjogja.com, JAKARTA—Industri alas kaki dan tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi bagian dari industri manufaktur yang terdampak kelesuan permintaan akibat pandemi ataupun akibat melemahnya perekonomian global.
Sejak pandemi hingga kini, dari kedua subsektor industri manufaktur ini, pabrik-pabrik mulai gulung tikar, satu demi satu karyawan dirumahkan.
Berikut ini beberapa pabrik alas kaki dan TPT yang tercatat merumahkan ribuan karyawannya:
Produsen sepatu Adidas, PT Panarub Industry yang berlokasi di Pasar Kemis Tangerang ini sempat menjadi perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir, lantaran dituding melakukan eksploitasi, diskriminasi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak oleh Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI).
Saat dikonfirmasi oleh Bisnis.com (Jaringan Informasi Bisnis Indonesia/JIBI), Direktur Utama Panarub Budiarto Tjandra menampik kabar tersebut. Namun, dalam catatan Bisnis Budiarto mengakui pihaknya telah melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK dengan 1.200 karyawannya sepanjang 2022.
Budiarto menjelaskan jika perusahaan yang digawanginya itu memiliki 8.600 pekerja sebelum badai pemutusan hubungan kerja (PHK) mendera mulai November 2022 lalu.
Sejak November 2022, jumlah pekerja Panarub terus berkurang hingga menyisakan 7.400 karyawan pada Januari 2023 lalu. Budiarto menuturkan, pihaknya berencana memangkas jumlah karyawan hingga menyisakan sebanyak 6.600 karyawan.
Namun, sejak tahun 1988 Panarub berfokus memproduksi alas kaki asal Jerman, Adidas untuk kemudian didistribusikan ke dalam dan luar negeri. Di luar negeri, Adidas buatan Panarub mendarat di hampir seluruh negara, dengan mayoritas dikirim ke Amerika Serikat dan Eropa.
BACA JUGA: Produsen Adidas Diduga Lakukan PHK Sepihak, Begini Reaksi Menaker
Tidak heran jika Panarub ikut terimbas penurunan permintaan ekspor dari Amerika Serikat dan Eropa ketika keduanya mengalami ketidakstabilan ekonomi. Akhirnya, Panarub memutuskan untuk memangkas jumlah karyawannya.
Tetangga Panarub, produsen sepatu yang juga berlokasi di Tangerang, Banten yaitu PT Victory Chingluh Indonesia mengaku memangkas sebanyak 5.000 pekerjanya pada saat pandemi Covid-19 mendera.
Namun, Strategy & Communication Ching Luh Group Indonesia Dinar yang terjadi bukanlah PHK, melainkan memutus kontrak para pekerja yang masih dalam masa percobaan (probation). Terkait PHK yang dialami ribuan pekerjanya, Dinar mengungkapkan hal itu terjadi pada 2020 sebagai imbas pandemi.
"Untuk tahun 2022, kami tidak ada PHK jumlah 5.000 karyawan tersebut. Adapun jumlah PHK untuk jumlah 5.000 karyawan itu, terjadi pada 2020," kata Dinar saat dihubungi Bisnis.com.
Menurut Dinar, PHK yang dilakukan oleh produsen sepatu merek Nike dan Reebok pada 2020 adalah upaya untuk mempertahankan perusahaan yang terguncang akibat pandemi Covid-19.
"Kan semua perusahaan kan juga terdampak ya, karena terdampak, nah karena terdampak pandemi di tahun 2020 itu memang ada PHK untuk karyawan kita, yang jumlahnya hampir 5.000, tapi untuk 2022 tidak ada [PHK karyawan]," tambah Dinar.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
laku industri tekstil mengaku produk impor semakin deras sehingga mengancam keberlangsungan usaha dan menjamurnya PHK massal.
Puncak haji 2026 segera dimulai. Simak jadwal Armuzna, tahapan wukuf di Arafah, dan tips persiapan jemaah haji.
Mensos Gus Ipul menonaktifkan dua pejabat pengadaan Sekolah Rakyat terkait investigasi dugaan maladministrasi pengadaan barang.
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Ditjenpas membantah video viral dugaan sel mewah dan penggunaan HP di Lapas Cilegon serta menegaskan pengawasan tetap dilakukan.