Arus Balik Lebaran 2026: Okupansi Kereta Api Tembus 123 Persen
Tiket Kereta Api Jarak Jauh ludes terjual dengan okupansi 123,8% pada puncak arus balik Lebaran 2026 hari ini. Simak detail data perjalanan PT KAI di sini.
Pedagang baju bekas impor di XT Square, Jumat (17/3/2023). Anisatul Umah/Harian Jogja./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JAKARTA—Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengungkapkan sejumlah kebijakan di Indonesia membuat produk-produk dalam negeri kalah saing dengan produk luar.
BACA JUGA: Faisal Basri Nilai Indonesia Tekor 200 Triliun
Bahkan untuk melakukan efisiensi dan penghematan, perusahaan melakukan produksi di China agar harga produksi dapat jauh lebih murah.
Dalam bincangnya bersama Novel Baswedan, Faisal memberikan contoh salah satu perusahaan asal Indonesia selaku produsen permen enting-enting yang khas dengan rasa manisnya, membuat permen di China dengan alasan menekan harga produksi.
“Untuk menghasilkan permen yang sama, di Indonesia [harganya] bisa 30 persen lebih mahal,” ungkapnya, dikutip, Kamis (1/6/2023).
Bagaimana tidak, Faisal menjelaskan jika permen tersebut diproduksi di Indonesia, untuk bahan baku utama berupa gula dikenakan bea masuk sebesar 10 persen yang ditambah dengan PPN impor.
Terlebih pengusaha juga harus membayar pajak penghasilan (PPh) sebesar 2,5 persen yang wajib dibayar di muka.
“Ini belum berproduksi sudah keluar banyak, PPh kan pajak keuntungan perusahaan, produksi belum, sudah 2,5 persen, kalau kelebihan bayar nanti restitusi, nah masalah lagi nanti, restitusi ‘main lagi’,” jelasnya.
Lebih lanjut, alumnus dari Universitas Indonesia tersebut membandingkan dengan kebijakan yang ada di China.
Pasalnya, di Negeri Tirai Bambu, impor bahan baku nol, tidak ada PPh bayar dimuka, tidak bayar PPN jika produk diekspor, bahkan jika menghasilkan valas, perusahaan akan mendapatkan insentif sebesar 10 persen.
Anehnya lagi, kata Faisal, permen yang diproduksi di China tersebut kemudian diekspor ke Indonesia dan bebas biaya.
“Itu kan di produksi di Guangzhou, ekspor ke Indonesia, bea masuk 0. Jadi kebijakan itu bilang begini, ‘para pengusaha jangan sekali-kali bikin pabrik di Indonesia, bikin saja di luar negeri, nanti beli saja di luar negeri’,” katanya.
Faisal menyayangkan minimnya perlindungan produk dalam negeri di Indonesia, terlebih dari sisi kebijakan. Keberpihakan kebijakan tidak mendukung upaya produksi di Indonesia.
“Kita makin bergantung pada ekspor yang tidak pakai proses produksi, kecuali keruk jual, tebang jual, petik jual,” tambahnya.
(Sumber: Bisnis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Tiket Kereta Api Jarak Jauh ludes terjual dengan okupansi 123,8% pada puncak arus balik Lebaran 2026 hari ini. Simak detail data perjalanan PT KAI di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 2 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 2 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Siaran langsung Chelsea vs AC Milan di TVRI, 8 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB. Tiket mulai Rp858 ribu. Catat jadwalnya!
Timnas Voli Putri Indonesia kalah 1-3 dari Vietnam di SEA V Cup Women 2026. Blok kurang solid dan banyak eror jadi penyebab. Lawan Filipina selanjutnya.
Pembiayaan UMKM di DIY dinilai perlu difokuskan pada usaha produktif dan prospektif. Penyaluran KUR hingga Juni 2026 mencapai Rp2,74 triliun kepada 48.290 debit