PSEL Mundur ke 2028, Jogja Andalkan Gerakan Mas JOS Tekan Sampah
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Ilustrasi penggunaan QRIS./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sudah jadi kebutuhan dalam bertransaksi saat ini.
BACA JUGA: Pengguna QRIS di DIY Tumbuh, Capai 671.000 Per Mei 2023
Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan penetapan merchant discount rate (MDR) QRIS 0,3% bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak akan berdampak signifikan pada turunnya minat UMKM menggunakan QRIS.
"Harus menyesuaikan karena ini sudah menjadi kebutuhan. Gak akan terlalu signifikan," ucapnya, Senin (17/7/2023).
Dia menjelaskan kebutuhan ini datang dari konsumen, khususnya konsumen milenial yang lebih suka bertransaksi secara nontunai. Mereka tidak mesti membawa uang tunai untuk berbelanja.
"Konsumen menghendaki seperti itu mestinya UMKM juga harus menyesuaikan karena ini sudah kebutuhan konsumen. Apalagi anak-anak milenial," paparnya.
Ia menyebut dari penjual mestinya sudah memperhitungkan dari sisi harga produk saat menggunakan QRIS ini.
"Kami fasilitasi dalam penggunaan QRIS, kami kerja sama dengan bank untuk pembinaannya dari sisi managemen dari perbankan kita," imbuhnya.
Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah pengguna QRIS di DIY sampai Mei 2023 sebanyak 671.000 pengguna. Tumbuh 131.279 pengguna atau 43,2% secara tahunan atau year on year (yoy).
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta mengatakan jumlah merchant QRIS di DIY per 9 Juni 2023 sebanyak 613.000. Meningkat 53.272 merchant baru atau tumbuh 32% yoy dibandingkan Juni 2022.
"Bisa dilihat masing-masing tumbuh 43,2% yoy dan 32% yoy, nah perkembangan ini menurut hemat kami bisa menjadi modal utama dari DIY," ungkapnya.
Sementara secara nasional hingga minggu ke-4 Juni 2023 jumlah merchant QRIS sudah mencapai 26,6 juta dan jumlah penggunanya sudah melebihi 34 juta. BI menargetkan 45 juta pengguna QRIS dan 1 miliar transaksi tahun ini.
"Setelah di tahun lalu mempunyai 15 juta dari merchant kami sediakan. Kami sediakan dari sisi suplai dan saat ini dua-duanya dari sisi suplai dan demand," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.