Asap Bus Trans Jogja Diprotes Warga, Dishub DIY Akui Armada Sudah Uzur
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Penulis buku Kelana Lidah Jawa, Laire Siwi Mentari dan Managing Director Ambarrukmo, Haris Susanto dalam peluncuran buku Kelana Lidah Jawa di Royal Garden, Hotel Royal Ambarrukmo, Kamis (20/7/2023). - Harian Jogja/Anisatul Umah
JOGJA— Ambarrukmo Group menggelar peluncuran buku Kelana Lidah Jawa sekaligus Talkshow Ramu Rasa Aksara di Royal Garden, Hotel Royal Ambarrukmo, Kamis (20/7/2023). Sebuah buku kuliner yang memadukan karya kuliner dan sastra dalam satu narasi menarik dan otentik.
Buku ini dikolaborasikan dengan penulis sekaligus seorang chef berpengalaman, Laire Siwi Mentari. Ini menjadi salah satu upaya dan langkah pertama dari Ambarrukmo Group dalam mengarsipkan kuliner.
Managing Director Ambarrukmo, Haris Susanto mengatakan kuliner merupakan salah satu mahakarya atau identitas budaya yang dapat mewakili masyarakat. Ia percaya bahwa pengetahuan akan kuliner tradisional bukanlah hal yang kuno.
"Pengetahuan kuliner adalah sesuatu yang harus dihargai dan dipelihara. Itulah yang menjadi semangat kami dalam menciptakan Kelana Lidah Jawa," ucapnya.
BACA JUGA: Tak Cuma SPBU, Kafe dan Kos Eksklusif Juga Ditutup karena Langgar Aturan Tanah Kas Desa
Penulis buku Kelana Lidah Jawa, Laire Siwi Mentari menyampaikan kuliner yang diangkat dalam buku ini mencakup masakan khas Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Berfokus pada masakan yang populer dan unik sehingga akan mendatangkan kesan dekat serta familiar untuk para pembacanya.
Resep di dalam buku ini juga telah teruji, sehingga pembaca dapat menikmati hidangan otentik dari dapur secara mandiri. Buku ini merupakan perpaduan dari kecintaannya pada kuliner dan sastra.
"Saya berharap buku ini dapat menjadi bacaan yang tidak hanya menyodorkan informasi dasar yang keras dan hambar, tetapi juga dilengkapi dengan bumbu narasi dan imajinasi," paparnya.
Melalui buku ini dia juga ingin mengenalkan kepada anak muda untuk bisa mengenal kembali salah satu peninggalan budaya makanan Jawa. Dia berharap buku ini bisa dinikmati banyak orang dan menjadi acuan jika ingin mendalami dunia kuliner.
"Setiap saya menulis, saya mulai dari hal yang paling saya ketahui dan familiar. Saya paling familiar dengan masakan-masakan Jawa karena dari latar belakang keluarga saya. Sejarah saya kecil sempat tinggal di Jawa Tengah sekian lama," kenangnya.
Reviewer Buku, Dosen di Departemen Antropologi Universitas Padjadjaran Bandung, pengajar Mata Kuliah Makanan dan Kebudayaan, Hardian Eko Nurseto menyampaikan buku fiksi karya Laire Siwi Mentari berhasil memaparkan makanan sebagai sebuah akulturasi, inovasi teknologi, dan lainnya.
Bab pertama dibuka dengan sebuah kisah cinta yang berakhir dengan pernikahan. Pernikahan antara dua kebudayaan Tionghoa dan Jawa, yang pada akhirnya menghasilkan perpaduan lumpia.
"Kedua di Selat Solo dia juga memperlihatkan bagaimana sebuah pernikahan dan nostalgia anak terkait dengan ayahnya yang keturunan Belanda dan Ibunya Solo. Mereka berbaur dan muncullah Selat Solo. Dia memaparkan bagaimana makanan gak hanya hadir begitu saja," ungkapnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.