Rupiah Tembus Rp17.000, Ekonom UMY Soroti Tekanan Global
Rupiah melemah ke Rp17.000 per dolar AS, ekonom UMY soroti dampak global dan risiko ekonomi Indonesia 2026
Ilustrasi. /Solopos- Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, JOGJA— Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menyampaikan, proses pendataan pembeli LPG 3 Kg atau yang biasa dikenal gas melon terus dilakukan. Tujuannya agar LPG bersubsidi ini bisa lebih tepat sasaran.
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengatakan fokus Pertamina saat ini adalah mengimplementasikan pencocokan data di pangkalan LPG.
BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga JBT Melakukan Sidak Gas LPG ke Lapangan, Ini Temuannya
"Pengimplementasian secara bertahap, jadi pendataan konsumen LPG 3 Kg masih proses berjalan terus. Belum semua pangkalan sudah bertransaksi dengan sistem tersebut karena sedang dijalankan secara bertahap," paparnya, Sabtu (5/8/2023).
Bagi yang sudah terdaftar di Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), bisa langsung bertransaksi dengan menunjukkan KTP.
"Bagi yang belum terdaftar, bisa mendaftarkan ke pangkalan resmi LPG 3 kg dengan menunjukkan Kartu Keluarga," jelasnya.
Sistem ini menjadi langkah yang digunakan untuk memonitor pembelian LPG 3 kg. Menurutnya Pertamina berkomitmen menyalurkan LPG 3 kg sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
"Pencocokan data di DIY sudah dijalankan sejak Mei 2023 untuk Gunungkidul, Juni 2023 untuk Kota Yogyakarta dan Kulonprogo, dan Juli 2023 untuk Sleman dan Bantul," ungkapnya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji menyampaikan pendataan konsumen pengguna LPG Tabung 3 kg merupakan tindak lanjut Nota Keuangan Tahun Anggaran 2023. Mengamanatkan kepada pemerintah untuk melakukan transformasi subsidi LPG Tabung 3 kg menjadi berbasis target penerima dan terintegrasi dengan program perlindungan sosial secara bertahap dengan mempertimbangkan pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat.
Tutuka menegaskan pada tahap pendataan ini tidak ada pembatasan jumlah pembelian LPG Tabung 3 kg. Dalam pendataan awal, konsumen di pangkalan hanya perlu menunjukkan KTP dan/atau Kartu Keluarga untuk dilakukan pencatatan dalam sistem.
"Setelah data konsumen tercatat maka pengguna hanya cukup menunjukkan KTP untuk pembelian selanjutnya. Adapun bagi konsumen kelompok Usaha Mikro diperlukan data tambahan berupa foto diri di tempat usaha," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah melemah ke Rp17.000 per dolar AS, ekonom UMY soroti dampak global dan risiko ekonomi Indonesia 2026
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.