Satu Dekade Warisan Bank Jateng Borobudur Marathon
Satu Dekade Mengukir Warisan: Wujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Bank Jateng Borobudur Marathon
Patra Jasa melalui Patra Malioboro memberikan bantuan kepada masyarakat Gedongtengen yang diterima langsung oleh drg. Emma Rahmi Aryani M.M./Istimewa
JOGJA—Patra Jasa melalui unit bisnisnya, Patra Malioboro Hotel melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terhadap masyarakat di lingkungan sekitar hotel, Selasa (19/9/2023).
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk dukungan perusahaan untuk mencegah penderita gizi buruk maupun stunting di wilayah Gedongtengen. Kegiatan tersebut bernama Cegah Stunting pada 1.000 Hari Kehidupan (Ceting Buhari).
“Pada kesempatan kali ini, sebagai salah satu bentuk komitmen perusahaan, kami ingin membantu mencegah penderita gizi buruk dan stunting untuk anak balita, di mana pada 1.000 hari pertama merupakan siklus penting anak balita dalam mendapatkan asupan makanan yang cukup dan bergizi seimbang untuk menunjang pertumbuhannya,” ujar Direktur Hospitality dan Multi Services, Ray S. M. Daulay melalui rilis, Kamis (21/9/2023).
Implementasi program TJSL ini dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) BUMN No.PER-01/MBU/03/2023 tentang Penugasan khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara sesuai dengan BAB III Pasal 13 poin a, bahwa Program TJSL BUMN bertujuan untuk memberikan kemanfaatan bagi pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, pembangunan lingkungan serta pembangunan hukum dan tata kelola bagi perusahaan.
Program TJSL dilakukan sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab Perusahaan untuk melakukan aksi sosial, yang bertujuan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di lingkungan unit bisnis serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
BACA JUGA: Peduli Seni Budaya Lokal Yogyakarta, Patra Jasa Berdayakan Seniman Kawasan Sosromenduran
Kegiatan yang dilaksanakan di Patra Malioboro Hotel ini, dihadiri oleh Mantri Pamong Praja Ananto Wibowo M.I.P dan Kepala Dinas Kesehatan drg. Emma Rahmi Aryani, M.M.
Selain pemberian bantuan berupa sembako dan alat Kesehatan, Patra Jasa juga membantu memproduksi buku saku pencegahan stunting yang dicetak secara masal untuk dibagikan kepada Masyarakat sekitar, pengadaan kegiatan Posyandu Remaja dan Yoga Ibu Hamil serta pemeriksaan anak yang dilakukan secara berkala di Puskesmas Gedongtengen.
Dalam setiap kesempatan tersebut, juga dilakukan edukasi ke masyarakat akan pentingnya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi yang banyak mengandung protein, dan kebiasaan hidup sehat sesuai protokol kesehatan yang disampaikan langsung oleh dr. Neti Nurani, SP.A.
"Dalam rangka mewujudkan Kota Yogyakarta bebas stunting 2024, semoga tanggung jawab sosial lingkungan yang dilakukan oleh Patra Malioboro ini bisa menjadi kereta penarik bagi hotel lain diwilayah Kemantren Gedongtengen untuk ikut membantu menuntaskan permasalahan ini," ujar Mantri Pamong Praja Kemantren Gedongtengen, Drs. Ananto Wibowo, M.I.P.
Patra Jasa selaku perusahaan yang memiliki unit bisnis dilingkungan Gedongtengen, sangat terbuka apabila ada pihak yang ingin melakukan kolaborasi dengan melibatkan Masyarakat sekitar Hotel, khususnya dalam menjalankan kegiatan sosial di daerah Gedongtengen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satu Dekade Mengukir Warisan: Wujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Bank Jateng Borobudur Marathon
Harga laptop, HP, dan konsol gim naik karena pasokan chip memori terserap industri AI. Sejumlah perangkat juga turun spesifikasi.
Anggota Komisi III DPR meminta hukuman mati bagi Febrie Adriansyah usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU.
Iran belum akan berunding dengan AS hingga Washington mengubah sikap. Selat Hormuz dan program nuklir menjadi isu utama.
Cari hardisk eksternal murah? Simak rekomendasi Toshiba, Seagate, dan WD lengkap dengan spesifikasi, harga, serta tips memilih.
Defisit APBN Semester I 2026 menyusut menjadi Rp196,5 triliun, namun belanja subsidi dan kompensasi melonjak hingga Rp233 triliun.