Pemkot Yogyakarta Kembali Gelar Bedah Rumah
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Minggu (17/5/2026).
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (tengah) menandatangani prasasti pembukaan Grosir Batik Jawon, Kamis (21/9/2023) malam./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Grosir Batik Jawon hadir menjadi salah satu pusat belanja batik yang berlokasi di jalan Jogja-Wonosari, Sandeyan, Kalurahan Srimulyo, Piyungan. Grosir Batik Jawon berkomitmen akan bersinergi dengan pelaku wisata untuk memajukan industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Bantul dan DIY.
Owner Grosir Batik Jawon, Ardiyanto Sebastian, menjelaskan Grosir Batik Jawon hadir sebagai pusat belanja batik di jogja, dengan tagline Sinergi bersama Pelaku Wisata. “Diharapkan mampu meningkatkan industri pariwisata dan ekonomi masyarakat Jogja,” ujarnya dalam Grand Opening Grosir Batik Jawon, Kamis (21/9/2023) malam.
Dalam grand opening, beberapa pihak diundang secara khusus. Di antaranya adalah Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, serta berbagai pelaku wisata seperti agen perjalanan, tour leader, dan penggiat wisata lainnya. “Kami berharap selalu terjalin kpminikasi untuk terus meningkatkan industri pariwisata,” katanya.
BACA JUGA: 45 Lurah se-Kota Jogja Akan Tampil dalam Peragaan Busana, Promosikan Batik Lokal
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, yang turut hadir dalam grand opening Grosir Batik Jawon, mengatakan grand opening Grosir Batik Jawon ini dapat menarik sektor pariwisata sebagaimana tagline-nya, yakni Sinergi bersama Pelaku Wisata.
“Kita tidak bisa sukses sendirian, harus dibangun dengan sinergi dan kolaborasi. Tidak ada contoh perusahaan sukses tanpa bersinergi. Maka tepat sekali tema malam ini, Sinergi bersama Pelaku Pariwisata,” katanya.
Dengan bersinergi, masing-masing pihak yang terlibat akan saling memberi kontribusi. Dengan bersinergi pula, dapat memperbesar peluang pasar yang bisa dicapai oleh setiap pihak. “Dapat memberikan kontribusi dari pihak satu ke pihak yang lain,” ungkapnya.
Bupati juga berpesan kepada para pelaku ekonomi, jika gerakan ekonomi di masa depan akan senantiasa berubah. Metode marketing terus berkembang, sehingga pelaku usaha harus siap menghadapi perubahan yang akan terjadi.
“Perubahan sudah kita rasakan misal sepinya mal. Hari ini mal telah bertransformasi, penyesuaian. Setelah adanya platform digital, mereka melakukan marketing secara online. Tidak hanya Bantul, tetapi di seluruh dunia,” kata dia.
Dia berharap para pengusaha dan UMKM di Bantul bisa menyesuaikan perubahan yang tengah terjadi. “Pemkab Bantul terus mendorong UMKM bisa memperbaiki kualitas produk, kemasan bagus, layanan bagus dan marketing andal,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Minggu (17/5/2026).
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.
Pantai Glagah jadi motor lonjakan PAD pariwisata Kulonprogo 2026. Kunjungan wisatawan ikut meningkat tajam.