BEI Buka Suara Terkait Ambrolnya IHSG
Mesin pencarian Google pada Senin (7/4/2025) menampilkan data bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) ambrol hingga 11,46% ke level 5.730,34. Bursa Efek Indone
Pengemudi ojek online (ojol) menunjukan logo GoTo di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, JAKARTA—Perusahaan teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) akan menerima investasi senilai US$150 juta atau setara Rp2,3 triliun dari IFC dan Franke & Co. Empat anak perusahaan GOTO, termasuk Tokopedia mendapatkan bagian Rp345 miliar dari pendanaan ini.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO menyampaikan dana yang diperoleh dari pelaksanaan private placement ini akan digunakan untuk pelunasan melalui konversi atas utang GOTO di masa yang akan datang dan untuk mendukung kebutuhan modal kerja GOTO dan anak usahanya.
Rinciannya, 25 persen atau US$37,5 juta yang setara dengan Rp575,29 miliar untuk GOTO, dan sebesar 15 persen atau US$22,5 juta yang setara Rp345,17 miliar dari private placement untuk PT Tokopedia.
Kemudian, masing-masing sebesar 15 persen atau setara Rp345,17 miliar untuk PT Swift Logistic Solutions, PT Dompet Anak Bangsa, PT Multifinance Anak Bangsa, dan PT GoTo Solusi Niaga.
Sebelumnya, GOTO menjelaskan akan memperoleh total dana sekitar US$150 juta melalui penerbitan saham baru melalui private placement sejumlah 17,04 miliar saham Seri A, dengan harga per saham sebesar Rp90. Seluruh private placement ini akan diambil bagian oleh Bhinneka Holdings (22) Limited.
Melalui private placement ini, GOTO akan memperoleh dana sebesar Rp1,53 triliun atau setara US$100 juta.
| Baca Juga : 600 Karyawan GOTO yang Kena PHK akan Dapat THR? |
|---|
Sementara itu, sebesar US$50 juta akan diperoleh dari penerbitan surat utang luar negeri oleh anak perusahaan luar negeri yang dimiliki seluruhnya oleh GOTO, GoTo International Finance (22) Limited (GTIF).
Lebih lanjut, GOTO menjelaskan Bhinneka Holdings memperoleh dana untuk melakukan pengambilbagian atas saham baru GOTO melalui penerbitan suatu instrumen obligasi bersifat ekuitas kepada International Finance Corporation dan WAF Investments Cayman LLC, entitas yang dimiliki oleh Franke & Company, sejumlah US$150 juta yang dapat ditukarkan menjadi saham GOTO yang dimiliki oleh Bhinneka Holdings.
Bersamaan dengan pelaksanaan private placement, GTIF juga akan menerbitkan surat utang berdasarkan Notes Subscription Agreement tanggal 2 Oktober 2023 yang ditandatangani oleh dan antara GTIF sebagai penerbit, GOTO sebagai pemberi jaminan, Bhinneka Holdings sebagai pengambil bagian, dan Citibank, N.A., Cabang Hong Kong sebagai kustodian. Surat utang ini akan dijamin dengan saham GOTO pada GTIF dan jaminan perusahaan oleh GOTO, dan selanjutnya GTIF juga memiliki kesepakatan cash settled call option dengan Bhinneka Holdings.
Dari transaksi tersebut, GTIF akan menerima dana bersih sebesar US$50 juta yang dapat digunakan oleh GTIF untuk modal kerja ataupun kebutuhan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mesin pencarian Google pada Senin (7/4/2025) menampilkan data bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) ambrol hingga 11,46% ke level 5.730,34. Bursa Efek Indone
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.
Perahu nelayan terbalik di Pantai Baru Bantul, satu orang hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian di tengah gelombang tinggi.
Kemenhaj temukan dugaan pungli layanan kursi roda haji di Makkah. Tarif mencapai Rp10 juta, jauh di atas harga resmi.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.