131 Kg Ikan Sapu-sapu Dibasmi di Bantul, Ancam Ikan Lokal
Sebanyak 131 kg ikan sapu-sapu dibasmi di Rawa Kalibayem Bantul untuk menjaga ekosistem dan melindungi ikan lokal dari spesies invasif.
Foto ilustrasi investasi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pengusaha Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berpeluang mengakses pendanaan hingga Rp100 miliar per bisnis melalui agenda Meet the Investor (MTI) 3 yang menghadirkan investor langsung ke Jogja. Forum ini dirancang sebagai pengungkit ekosistem usaha lokal agar lebih mudah terhubung dengan pemilik modal tanpa harus mencari pendanaan ke luar daerah.
Ketua Meet the Investor 3, Rayski Ananda, menyebut rentang kemampuan investasi para investor yang hadir berkisar antara Rp500 juta hingga Rp100 miliar untuk setiap bisnis, dengan komitmen menelusuri capaian hingga benar-benar terjadi kesepakatan pendanaan.
“Range kemampuan investasi dari para investor yang hadir berkisar antara Rp500 juta hingga Rp100 miliar per bisnis. Di MTI 3 ini kami mulai menargetkan untuk menelusuri berapa yang benar-benar sampai deal,” ujar Rayski, Sabtu (31/1/2026).
Pada edisi ketiga ini, MTI 3 tidak lagi hanya menyasar sektor teknologi. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kriya, hingga fesyen juga diberi ruang untuk bertemu investor yang relevan dengan model bisnis mereka.
Selain membuka akses pendanaan, MTI 3 mengusung prinsip keberlanjutan. Bisnis yang dipertemukan dengan investor diharapkan tidak sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat serta memperhatikan aspek lingkungan sebagai fondasi usaha.
Agenda ini terbuka bagi anggota Asosiasi Pengusaha Kreatif Jogja (APKJ) maupun masyarakat umum, selama bisnis yang diajukan telah memenuhi kriteria kesiapan investasi. Pada penyelenggaraan sebelumnya, peserta bahkan datang dari luar DIY seperti Jakarta, Kalimantan, hingga Sulawesi.
“Tujuan akhirnya adalah membangun ekosistem pengusaha Jogja agar tumbuh dan memberi dampak ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” pungkas Rayski.
Ketua Umum APKJ Ridha Perwira menambahkan, MTI 3 menjadi langkah konkret menghadirkan investor langsung ke Jogja sehingga pengusaha lokal tidak perlu lagi berburu modal ke Jakarta.
“Pengusaha cukup menyiapkan proposal, presentasi singkat, dan memastikan bisnisnya sehat serta siap didanai. Di hari H pada Mei 2026 nanti ada sesi speed dating, pengusaha bisa pitching langsung ke investor dari satu meja ke meja lain,” kata Ridha.
Menurutnya, investasi menjadi faktor kunci dalam mengungkit ekonomi Jogja. Dengan potensi talenta, produk, dan model bisnis yang unik, MTI 3 diharapkan mampu mempertemukan pengusaha Jogja dengan investor yang siap menggelontorkan pendanaan, khususnya pada sektor teknologi, kreatif, dan pariwisata, sehingga aliran modal dapat memperkuat pertumbuhan usaha lokal di 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 131 kg ikan sapu-sapu dibasmi di Rawa Kalibayem Bantul untuk menjaga ekosistem dan melindungi ikan lokal dari spesies invasif.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.