Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Flash Coffee (IST)
Harianjogja.com, JAKARTA—Startup jaringan kopi asal Singapura, Flash Coffee dikabarkan menutup seluruh jaringan gerai di negara pulau itu. Masa depan ruang usaha tersebut di Indonesia pun dipertanyakan.
Dilansir Channelnewsasia (CNA), Senin (16/10/2023), Flash Coffee disebut menutup 11 gerai di Negeri Singa secara mendadak. Disebutkan penutupan gerai ini disampaikan pada Selasa lalu. Para pekerja diminta berkumpul pada Kamis kemarin. “Sebagian besar staf kantor pusat kami di Singapura telah ditawari peran di pasar lain atau di tim regional kami. Selain itu, kami secara aktif mencoba menghubungkan barista kami dengan peluang di jaringan kopi lain,” kata perusahaan itu kepada CNA.
Baca Juga: Startup yang PHK Karyawan di Indonesia Tambah Lagi
Seiring penutupan gerai bisnis di Singapura, CNA melaporkan perusahaan masih hutang gaji karyawan. Disebutkan untuk gaji September 2023 lalu, karyawan baru menerima 25%. Sedangkan 75% sisanya masih terhutang. Belum ada penjelasan lanjutan atas sisa gaji karyawan ini.
Flash Coffe sendiri telah hadir di Indonesia. Pada Mei 2023, perusahaan tersebut menerima pendanaan sebesar US$50 juta atau Rp737 miliar dipimpin oleh White Star Capital. Pendanaan tersebut rencananya digunakan untuk ekspansi ke sejumlah negara mulai dari Thailand, Hongkong, Korea Selatan hingga Indonesia.
Pada saat itu, CEO Flash Coffee David Brunier menyampaikan bahwa 92 toko mereka yang berada di Indonesia sudah untung 100%, didorong oleh kesesuaian produk dengan pasar. Flash Coffee pun berencana untuk memperluas pasar mereka dengan menjangkau daerah baru. “Kami ingin memperluas kehadiran Flash Coffee di kota-kota lain,” kata David dalam siaran pers.
Baca Juga: Banyak yang PHK Karyawan, Startup Barang Antik Jogja Ini Malah Berkembang
David mendirikan Flash Coffee pada 2020. Hingga Mei 2023, perusahaan rintisan tersebut telah hadir di lebih dari 200 toko di Singapura, Indonesia, Thailand, Hong Kong, dan Korea Selatan.
Perusahaan tersebut juga dikabarkan berhasil meraih pertumbuhan pendapatan 23 kali lipat pada 2021 dan tumbuh lagi sebesar empat kali lipat pada 2022. Namun, sayangnya pertumbuhan itu diwarnai dengan kerikil.
Baca Juga: Sudah Jadi Unicorn Sejak 2021, Startup Xendit Tetap PHK Karyawan
Sebelum melakukan PHK dan menutup gerai di Singapura tahun ini, pada November 2022, Flash Coffee juga sempat dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah pegawainya. Sementara itu mengenai gerai Flash Coffee di Indonesia, hingga saat ini belum diketahui kelanjutannya. Mereka harus bersaing dengan startup F&B lainnya seperti Kopi Kenangan, Janji Jiwa, dan lain sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit mengisi pengajian di Bantul untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol, judol, dan investasi ilegal.
Kekeringan Jawa Tengah melanda Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Ribuan warga terdampak, BNPB salurkan bantuan air bersih.
Menkop Ferry Juliantono mematangkan model bisnis Koperasi Merah Putih. Ribuan gerai telah rampung dan disiapkan menyalurkan barang subsidi.