Daya Beli Melemah, Ini Strategi UMKM DIY Bertahan dan Tumbuh
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY mendorong hilirisasi sektor pertanian khususnya bagi petani milenial.
Kepala DPKP DIY, Sugeng Purwanto mengatakan melalui hiliriasi akan ada nilai tambah bagi petani, sehingga keuntungan yang diperoleh juga meningkat.
"Sudah saatnya sekarang para petani tidak hanya bergerak di hulu bahkan kalau kita lihat value added keuntungan itu ada di hilir, di produk olahan dan lainnya. Produk turunan," ucapnya, Jumat (27/10/2023).
BACA JUGA: 1.068,6 Hektare Lahan Pertanian di Sleman Terancam Gagal Panen
Sugeng mengatakan saat ini belum banyak petani yang melakukan hilirisasi. Oleh karena itu DPKP DIY mendorong petani milenial yang memiliki banyak inovasi untuk bisa mengelola kegiatan pertanian dengan lebih profesional.
"Sehingga gak hanya menjadi petani hulu, tapi syukur bisa dagang juga, dalam arti pedagang dia punya kegiatan usaha yang lain atau dia kelola produk turunan dari produk primer mereka yang nilai gak sebesar kalau diolah," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, belum banyaknya petani yang melakukan hilirisasi produk karena beberapa kendala. Pertama modal, kedua teknologi, dan ketiga terkait pasar. Agar hilirisasi semakin masih DPKP DIY mendorong KWT untuk memiliki satu produk dan dilakukan pembinaan.
"Kami bina, kami dampingi, kami fasilitasi alat mesin sederhanan nanti kalau dia sudah berproduksi kita juga bantu salurkan produk mereka," paparnya.
BACA JUGA: Bantul Belum Dilanda Hujan, Penanaman Padi Mundur
Dia menjelaskan fasilitas pasar yang disediakan misalnya pasar tani yang selalu kita gelar setiap hari Jumat pagi di kantor DPKP DIY. Ruang pasar ini diberikan kepada para petani binaan.
"Itu adalah bagian dari kami berikan ruang pasar bagi binaan-binaan kami kalau sudah punya home industri gede, punya legalitas, sudah menjadi kewajiban Koperasi UKM [Dinas]. Kami akan tumbuhkan lagi yang baru," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,36 miliar pada September 2026. BI menilai capaian ini memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Cek jadwal lengkap 15 perjalanan KRL Jogja-Solo Selasa 3 November 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif sekali jalan Rp8.000.
Gunung Karangetang di Sulawesi Utara meletus tiga kali pada Minggu (1/11/2026). Status Level II Waspada, warga diminta menjauhi zona bahaya.
Ombudsman RI mengingatkan instansi pemerintah mencegah maladministrasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
KPK memeriksa sejumlah saksi dari pihak swasta untuk mendalami dugaan aliran uang kepada oknum di BNPB dalam kasus korupsi dana siap pakai.