Ekonomi Jogja Tumbuh 5,84 Persen, Ini Sektor Paling Moncer
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sampai 3 November 2023 sudah ada 74 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp53,11 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan hingga saat ini ada 29 perusahan yang masuk dalam daftar antrian penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) BEI.
"Hingga saat ini, terdapat 29 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," kata Nyoman, Sabtu (4/11/2023).
BACA JUGA : BEI DIY Sebut Baru Satu UMKM Melantai di Bursa Saham
Dia menjelaskan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdiri dari 17 perusahaan aset skala menengah (antara Rp50 miliar-Rp250 miliar) dan 12 perusahaan aset skala besar (diatas Rp250 miliar). Sementara perusahaan dengan aset kecil (di bawah Rp50 miliar) kosong.
Rrincian berdasarkan sektornya yakni empat perusahaan dari sektor basic materials, 5 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, 5 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 3 perusahaan dari sektor energy, 1 perusahaan dari sektor healthcare.
"Kemudian 3 perusahaan dari sektor industrial, 4 perusahaan dari sektor infrastruktur, dan 4 perusahaan dari sektor teknologi," katanya.
Sebelumnya, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Irfan Noor Riza menyebut ada tiga aspek penting dalam mengembangkan pasar modal. Di antaranya kemudahan bagi investor, kemudahan bagi emiten, dan pendanaan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
"Ada tiga aspek penting dalam mengembangkan pasar modal, yaitu kemudahan bagi investor, kemudahan bagi emiten, dan pendanaan UMkM. CMSE 2023 diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.