PSEL Mundur ke 2028, Jogja Andalkan Gerakan Mas JOS Tekan Sampah
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Airport Operation, Services, and Security Senior Manager YIA, Misranedi./Dok. Pribadi
Harianjogja.com, KULONPROGO—Selain semboyan Ki Hajar Dewantara Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani, Airport Operation, Services, and Security Senior Manager YIA, Misranedi juga memiliki pegangan utama dalam memimpin, yakni pembentukan tim kerja yang solid.
Misranedi bercerita, saat ini dia membawahi enam orang manajer, di antaranya
Airport Operasional Site membidangi sisi udara; Airport Operasional Site dan Terminal yang membidangi operasional terminal dari hari ke hari; Aircraft Rescue and Firefighting membidangi Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK); serta Airport Service Improvement Section membidangi pelayanan pengguna jasa bandar udara, yang salah satunya adalah soal kebersihan serta melakukan survei airport service quality,
Kelima, kata dia, adalah Airport Security Protection yang membidangi keamanan di bandar udara; dan Airport Security Section yang membidangi skrining penumpang datang dan berangkat.
"Dari enam manajer itu, lima di antaranya full regulation, artinya teman-teman sudah ada panduan. Tantangannya sendiri terkait dengan pelayanan karena kami berhadapan dengan masyarakat. Nah intinya, bagaimana kami memberikan pelayanan yang baik," ucapnya, Rabu (1/11/2023).
Menurutnya semua unit yang ada sama pentingnya dan sama krusialnya. Sehingga harus solid dengan semua tim.
Untuk mewujudkan tim yang solid menurutnya salah satu langkah yang dia lakukan adalah dengan menggelar pertemuan-pertemuan internal. Itulah sebabnya, setiap ada waktu luang, dia menyempatkan diri untuk berdiskusi dan membahas masalah yang belum bisa dibahas di forum resmi.
Dengan cara itulah, Misranedi berupaya sedekat mungkin dengan staf. "Bagi saya, staf bukan anak buah, tetapi anggota tim. Jadi harus bergerak bersama. Dengan staf di kondisi-kondisi tertentu kami kumpul bareng kami briefing. Hal yang mau disampaikan, sampaikan saja langsung," ujar dia.
Lebih lanjut dia menyampaikan, dalam mengambil keputusan juga dilakukan dengan diskusi. Dari masukan yang masuk dilakukan assesment. Sehingga keputusan tidak melulu dari pimpinan, tetapi juga menampung masukan dari staf. "Dalam mengambil keputusan tidak dengan otoritas sendiri, tetapi bagaimana dari semua staf semua section yang ada, kami berdiskusi. Di sana kan kami dapat banyak masukan. Nah, dari sini kami bisa lakukan asesmen," ucap dia.
Menyapa Staf
Dalam memimpin, Misranedi mengaku selalu menggunakan moto dari Ki Hajar Dewantara: Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani.
Dari moto itulah, dia belajar bahwa pemimpin harus bisa memberi contoh, dan harus bisa memberikan gagasan. “Gagasan ini kan bisa dari mana saja. Bisa datang dari manajer, staf, bisa datang dari mana saja. Sedangkan moto yang terakhir, anggota tim yang di belakang memberikan dorongan,” ujar dia.
"Jadi memang itu jadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam mencapai satu tujuan.”
BACA JUGA: Ratusan Kendaraan Dinas dan Operasional YIA Jalani Uji Emisi
Itulah sebabnya, tak jarang dia kerap mendatangi staf, menyebut namanya, serta menanyakan kabarnya.
Di momen-momen tertentu hal tersebut dia lakukan meski tidak menyeluruh ke semua staf, sebab jumlahnya yang banyak.
Selain tegur sapa secara langsung, dia juga terbuka dengan staf lintas generasi seperti milenial. Menurutnya jika pola kepemimpinan zaman dulu kurang cocok diterapkan sekarang. Hal ini lantaran adanya gap usia yang cukup jauh. "Kami harus jadi pendengar yang setia, pendengar yang baik, apa yang disampaikan dari kami dengar. Anak sekarang kan sudah berpikir serba digital, serba aplikasi, di mana ide banyak dari millenial."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.