PSEL Mundur ke 2028, Jogja Andalkan Gerakan Mas JOS Tekan Sampah
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Pedagang beraktivitas di Pasar Beringharjo, Kamis (12/10/2023). Harga beras yang tak kunjung menurun membuat pedagang mengeluh lantaran untung dan pembeli yang berkurang. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut beberapa harga pangan mengalami kenaikan harga di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024.
Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti menyampaikan kenaikan harga beberapa komoditas pangan akibat tingginya permintaan. Berdasarkan data dari Disperindag DIY beberapa komoditas yang mengalami kenaikan pada 27 Desember 2023 dibandingkan 26 Desember 2023 yakni minyak goreng kemasan premium naik Rp125 menjadi Rp17.250 per liter, daging ayam broiler naik Rp500 menjadi Rp34.750 per kg, telur ayam negeri naik Rp250 menjadi Rp26.000 per kg.
Selanjutnya cabai merah keriting naik Rp5.500 menjadi Rp53.000 per kg, cabai merah besar naik Rp2.500 menjadi Rp78.750 per kg, cabai rawit merah naik Rp3.500 menjadi Rp70.750 per kg, bawang merah naik Rp1.250 menjadi Rp33.500 per kg, bawang putih kating naik Rp500 menjadi Rp39.500 per kg, dan bawang putih sinco naik Rp750 menjadi Rp32.000 per kg.
"Per hari ini beberapa komoditas mengalami kenaikan harga akibat tingginya permintaan, karena banyaknya wisatawan yang datang ke Jogja dan budaya merayakan Nataru," ucapnya, Rabu (27/12/2023).
Baca Juga
Harga Bahan Pokok Terus Naik, Rantai Distribusi yang Panjang Jadi Penyebabnya
Zulhas Sebut Harga Kebutuhan Pokok Stabil dan Inflasi Terkendali
Lonjakan Harga Bahan Pokok Tak Terkendali
Dia menjelaskan strategi yang digunakan oleh Disperindag DIY untuk menjaga harga tetap stabil adalah dengan menggelar operasi pasar di pasar yang menjadi pantauan.
Selain itu, Disperindag DIY juga sudah bersepakat dengan Bulog DIY untuk Beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) dikerjasamakan dengan distributor. "Tetapi dengan persyaratan harga harus sesuai dengan yang ditentukan Bulog, dalam kemasan 5 kg dan tidak boleh diecer," jelasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, untuk komoditas bawang putih, telur dan lainnya disediakan di kios Segoro Amarto dengan harga di bawah harga pasar.
"Kami sediakan di Segoro Amarto dengan harga di bawah harga pasar," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.