Delapan Belas Bulan dalam Capaian dan Pekerjaan Rumah
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Ilustrasi beras impor - ist/Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA—Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menekankan bahwa keputusan pemerintah untuk mengimpor beras merupakan alternatif pahit yang harus dilakukan demi memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
“Sesuai penugasan NFA kepada Bulog, stok CBP yang ada di Perum Bulog minimal secured di angka 1 juta ton. Beras yang berasal dari importasi pun kita jadikan sebagai penguatan stok CBP,” kata Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, di Jakarta, Selasa (16/1/2024).
Alternatif pahit yang mengamanatkan Bulog untuk melakukan importasi sebesar 2 juta ton pada tahun 2024, dia menyebutkan, harus ditempuh dalam kondisi produksi padi nasional yang tengah mengalami penurunan akibat perubahan iklim El Nino.
“Kami sama-sama ketahui kondisi produksi padi nasional menurun akibat dampak climate change dan El Nino. Dampaknya kita rasakan beberapa bulan setelahnya, sehingga awal 2024 ini terjadi defisit bulanan neraca beras,” ujarnya lagi.
Badan Pusat Statistik (BPS) turut memperkirakan bahwa Indonesia akan mengalami defisit beras pada Januari-Februari 2024 dengan total defisit 2,83 juta ton. Minus pada Januari 2024 diperkirakan mencapai 1,61 juta ton dan pada Februari 2024 sebesar 1,22 juta ton. Kondisi tersebut dapat menyebabkan eskalasi harga beras, sehingga perlu ada antisipasi.
BACA JUGA: Badai Anggrek Mengintai, Warga DIY Diminta Waspada hingga 19 Januari
Arief pun menegaskan bahwa pihaknya senantiasa menjaga keseimbangan harga beras, baik di tingkat petani, produsen, hingga konsumen. Ia juga menjamin importasi beras tidak banyak mempengaruhi harga beras di tingkat petani.
“Importasi beras tidak banyak mempengaruhi harga di tingkat petani. Jika nanti Kementan (Kementerian Pertanian) telah berhasil wujudkan produksi beras lebih dari 2,5 juta ton dalam sebulan, kita harapkan harga beras mulai turun,” katanya lagi.
Tidak adanya penurunan harga beras secara signifikan akibat importasi beras, salah satunya terlihat dari indeks Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) yang selama tahun 2023 mengalami perubahan positif.
BPS mencatat NTPP pada Desember 2023 berada di 114,24. Lebih tinggi 0,28 poin dibandingkan November 2023 yang tercatat 113,92. Sementara dibandingkan pada NTPP tahun sebelumnya, yakni pada Desember 2022 mengalami kenaikan yang cukup signifikan mencapai 12,53 poin. Indeks NTPP pada Desember 2022 tercatat di 101,71.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.