Pegawai Pajak Terjerat OTT, DJP Janji Perbaiki Pengawasan
DJP Kemenkeu minta maaf usai tiga pegawai pajak ditetapkan tersangka OTT KPK. Kasus dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara disorot.
Pemantauan harga sejumlah bahan pokok dan sejumlah komoditas lain di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA—Satgas Pangan Polri meninjau ketersediaan dan harga komoditas bahan pokok di berbagai daerah jelang Ramadan dan Idulfitri 2024. Upaya ini untuk mengantisipasi agar harga masih dalam harga acian pemerintah.
Anggota Satgas Pangan Polri Kombes Pol Samsul Arifin mengatakan saat ini sudah berada di berbagai daerah untuk melakukan peninjauan langsung. "Sudah, kebetulan Wakasatgas Pangan Pak Brigjen Helfi dengan tim kemarin dari Jogja kemudian ke Lombok, dan saat ini ke Kendari sedang memantau hal tersebut," ujarnya saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (27/1/2024).
Samsul menuturkan pemantauan itu juga dilakukan sejalan dengan perkembangan harga pangan beberapa hari belakangan ini yang fluktuatif. Misalnya, untuk harga daging dan telur. Satgas lalu bekerja sama dengan kementerian/lembaga untuk memonitor dan langsung melihat di lapangan. Tujuannya, agar harga di tingkat produsen dan distributor tidak terlalu jomplang dan masih dalam kisaran harga acuan pemerintah. Belum lagi, terdapat faktor pengaruh cuaca yang juga bisa berdampak pada harga pangan.
"Supaya kalaupun memang ada kenaikan tidak terlalu tinggi, barangnya ada, itu yang harus kita pastikan dulu, stoknya ada, sehingga masyarakat bisa memperoleh bahan makannya, itu yang paling utama," kata Samsul.
Baca Juga
Kebutuhan Pangan di Jogja selama Kampanye Bakal Meningkat, Stok Cadangan Beras Ditambah
Stok Pangan Hingga Akhir Tahun Aman, Kota Jogja Punya 68,05 Ton Cadangan Beras
Pemda DIY Pastikan Stok Pangan Aman hingga Akhir Tahun
Di sisi lain, Satgas juga turut melakukan upaya pengawasan dan peninjauan untuk mengantisipasi apabila adanya praktik penimbunan. Berdasarkan informasi harga pangan terkini di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata telur di seluruh provinsi tercatat sebesar Rp29.100 per kilogram (kg) atau naik 0,34% dari hari sebelumnya. Sejumlah harga bahan pokok yang juga terpantau naik yakni minyak goreng curah sebesar 0,65% menjadi Rp15.600 per kg; gula pasir lokal 0,29% menjadi Rp17.550 per kg; cabai merah keriting 1,03% menjadi Rp53.900 per kg; cabai merah besar 5,09% menjadi Rp61.900 per kg; beras kualitas medium II 0,34% ke Rp14.700 per kg dan beras kualitas super I 0,31% ke Rp16.200 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
DJP Kemenkeu minta maaf usai tiga pegawai pajak ditetapkan tersangka OTT KPK. Kasus dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara disorot.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.