Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi warteg - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Penjualan makanan khususnya nasi dan lauk pauk di warung-warung termasuk warung tegal (warteg) naik harga. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kenaikan ini dikarenakan naiknya harga beras.
BPS menyampaikan bahwa komoditas beras merupakan penyumbang inflasi terbesar pada Februari 2024.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menyampaikan bahwa harga beras pada periode tersebut meningkat baik secara bulanan maupun tahunan.
“Pada Februari 2024, komoditas beras kembali mengalami inflasi sebesar 5,32% dengan andil sebesar 0,21%,” katanya dalam konferensi pers, Jumat (1/3/2024).
Habibullah mengatakan kenaikan harga beras tersebut berdampak pada penjualan makanan, khususnya nasi dan lauk pauk, di mana pun, termasuk di warteg.
“Harga makanan di warteg yang dapat digambarkan oleh komoditas nasi dan lauk pauk, jadi ketika kita makan dimanapun juga tidak hanya di warteg dengan komoditas nasi dan lauk pauk tercatat mengalami kenaikan,” jelasnya.
BACA JUGA: Bus Eka Surabaya-Jogja Kecelakaan, Satu Orang Terluka
Dia mengatakan, BPS juga turut mendata kenaikan harga nasi dan lauk pauk, yaitu sebesar 0,30%. "Jadi ada andil inflasinya signifikan 0,01% [nasi dan lauk pauk]," tuturnya.
BPS mencatat, kenaikan harga beras pada Februari 2024 terjadi di 37 provinsi, sementara hanya di 1 provinsi harga beras mengalami penurunan.
Adapun, BPS mencatat inflasi pada Februari 2024 meningkat menjadi sebesar 2,75% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari bulan sebelumnya. Pada Januari 2024, inflasi tercatat lebih rendah sebesar 2,57% yoy.
Habibullah menjelaskan berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 6,36% dan memberikan andil sebesar 1,79% terhadap total inflasi.
“Komoditas yang memberikan andil inflasi kelompok ini antara lain beras, cabai merah, daging ayam ras, sigaret kretek mesin, tomat, bawang putih, dan gula pasir,” katanya.
Secara bulanan, inflasi pada Februari 2024 terjadi sebesar 0,37% (month-to-month/mtm), dengan kelompok penyumbang terbesar juga dari makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,00% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,37%.
Komoditas penyumbang terbesar inflasi bulanan diantaranya beras dengan andil sebesar 0,21%, cabai merah 0,09%, telur ayam ras 0,04%, serta daging ayam ras 0,02%. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.