Profil Blok Natuna D-Alpha Punya Gas 222 TCF, Dikembangkan Hashim Djojohadikusumo
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Ilustrasi warteg - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Penjualan makanan khususnya nasi dan lauk pauk di warung-warung termasuk warung tegal (warteg) naik harga. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kenaikan ini dikarenakan naiknya harga beras.
BPS menyampaikan bahwa komoditas beras merupakan penyumbang inflasi terbesar pada Februari 2024.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menyampaikan bahwa harga beras pada periode tersebut meningkat baik secara bulanan maupun tahunan.
“Pada Februari 2024, komoditas beras kembali mengalami inflasi sebesar 5,32% dengan andil sebesar 0,21%,” katanya dalam konferensi pers, Jumat (1/3/2024).
Habibullah mengatakan kenaikan harga beras tersebut berdampak pada penjualan makanan, khususnya nasi dan lauk pauk, di mana pun, termasuk di warteg.
“Harga makanan di warteg yang dapat digambarkan oleh komoditas nasi dan lauk pauk, jadi ketika kita makan dimanapun juga tidak hanya di warteg dengan komoditas nasi dan lauk pauk tercatat mengalami kenaikan,” jelasnya.
BACA JUGA: Bus Eka Surabaya-Jogja Kecelakaan, Satu Orang Terluka
Dia mengatakan, BPS juga turut mendata kenaikan harga nasi dan lauk pauk, yaitu sebesar 0,30%. "Jadi ada andil inflasinya signifikan 0,01% [nasi dan lauk pauk]," tuturnya.
BPS mencatat, kenaikan harga beras pada Februari 2024 terjadi di 37 provinsi, sementara hanya di 1 provinsi harga beras mengalami penurunan.
Adapun, BPS mencatat inflasi pada Februari 2024 meningkat menjadi sebesar 2,75% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari bulan sebelumnya. Pada Januari 2024, inflasi tercatat lebih rendah sebesar 2,57% yoy.
Habibullah menjelaskan berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 6,36% dan memberikan andil sebesar 1,79% terhadap total inflasi.
“Komoditas yang memberikan andil inflasi kelompok ini antara lain beras, cabai merah, daging ayam ras, sigaret kretek mesin, tomat, bawang putih, dan gula pasir,” katanya.
Secara bulanan, inflasi pada Februari 2024 terjadi sebesar 0,37% (month-to-month/mtm), dengan kelompok penyumbang terbesar juga dari makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,00% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,37%.
Komoditas penyumbang terbesar inflasi bulanan diantaranya beras dengan andil sebesar 0,21%, cabai merah 0,09%, telur ayam ras 0,04%, serta daging ayam ras 0,02%. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Aviary dome Gunungkidul di Giritirto baru 17%. Proyek ditargetkan rampung Desember 2026 dan seluruh kawasan diproyeksikan selesai 2029.
BMKG memprakirakan cuaca berawan hingga hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia serta mengingatkan potensi awan cumulonimbus.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 21 September 2026 tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.