Indef: Penting Jaga Pasokan Beras agar Inflasi Tak Tajam

Newswire
Newswire Jum'at, 01 Maret 2024 21:47 WIB
Indef: Penting Jaga Pasokan Beras agar Inflasi Tak Tajam

Ilustrasi Jalan Usaha Tani./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Jelang Ramadan dan Idulfitri, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai pemerintah perlu menjaga pasokan beras domestik agar tidak terjadi kenaikan tingkat inflasi.

“Penting untuk menjaga pasokan beras di Indonesia agar harga beras stabil dan tidak terjadi inflasi yang tajam, apalagi sebentar lagi bulan puasa dan Lebaran,” ujar Esther Sri Astuti, Jumat (1/3/2024).

Ia menyatakan beras merupakan kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia sehingga permintaan beras bersifat inelastis. “Artinya, berapa pun harga beras naik, masyarakat akan beli,” ucap Esther.

Baca Juga

Produksi Beras Indonesia Berkurang 440.000 Ton di 2023, Ini Sebabnya

Harga Beras Melambung Tinggi, Ini Kata BPS

Kenaikan Harga Beras Bikin Inflasi DIY Februari 2024 Capai 0,39 Persen

Namun, jika kenaikan harga beras dibiarkan, menurutnya hal tersebut akan mendorong kenaikan harga barang lain sehingga tingkat inflasi akan melonjak tajam.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat beras merupakan komoditas penyumbang inflasi pada Februari 2024 dengan andil sebesar 0,21 persen terhadap inflasi bulanan (month-to-month/mtm) serta 0,67 persen terhadap inflasi tahunan (year-on-year/yoy). Inflasi harga beras terjadi di 37 provinsi sepanjang Februari 2024.

BPS juga menyatakan bahwa secara historis, beras menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen mtm pada Ramadan tahun lalu yang jatuh pada Maret 2023.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online