Wamendagri Sebut Usulan Kewarganegaraan Ganda Masih Dikaji
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
Foto Ilustrasi. Pedagang beraktivitas di Pasar Beringharjo, Kamis (12/10/2023). Harga beras yang tak kunjung menurun membuat pedagang mengeluh lantaran untung dan pembeli yang berkurang. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Seluruh pedagang kebutuhan pokok, khususnya beras di DIY diingatkan untuk tidak mengambil untung berlebihan seiring masih tingginya harga komoditas ini di pasaran. Imbauan ini dikeluarkan Kantor Wilayah VII Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) DIY.
"Imbauan dari KPPU jangan sampai mengambil kesempatan pada kondisi yang sedang dalam situasi tidak menguntungkan," kata Kepala Bidang Kajian dan Advokasi Kanwil VII KPPU DIY Sinta Hapsari, di Jogja, Selasa (5/3/2024).
Sinta percaya para pedagang di DIY mampu mematuhi aturan hukum terkait persaingan usaha yang dapat merugikan konsumen atau masyarakat luas. "Mereka tidak beranilah mengambil keuntungan yang bisa merugikan konsumen secara umum," ujar dia lagi.
Selain menghindari menetapkan harga di atas harga normal, Sinta juga mewanti-wanti para pengusaha beras agar tidak menerapkan strategi harga predator (predatory pricing) atau jual rugi dengan tujuan memonopoli pasar.
BACA JUGA: Ini Alasan Pemda DIY Menutup Permanen TPA Piyungan Mulai Hari Ini
Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1999 penetapan harga predator merupakan praktik penetapan harga barang atau jasa pada tingkat yang sedemikian rendah sehingga perusahaan lain tidak dapat bersaing dan terpaksa meninggalkan pasar. "Tujuannya untuk menguasai pasar dan yang terdampak pelaku usaha pesaing," kata dia lagi.
Meski demikian, ia meyakini pelanggaran terkait strategi harga predator tidak ditemukan di DIY, mengingat praktik tersebut biasanya dilakukan oleh pelaku usaha besar.
"Biasanya dilakukan pelaku usaha besar. Kalau pelaku usaha kecil memang dikecualikan undang-undang, jadi enggak bisa mengenakan pasal pada pelaku usaha kecil," ujar Sinta.
Menurut Sinta, KPPU DIY mengerahkan tim di lapangan untuk memantau alur perdagangan dan distribusi beras seiring masih melambungnya harga komoditas itu di pasaran.
Berdasarkan hasil pantauan sementara, KPPU belum menemukan praktik persaingan usaha tidak sehat di DIY baik di level hulu maupun hilir. "Masyarakat juga kami harapkan jangan melakukan 'panic buying' karena stok tersedia," kata dia pula.
Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) per 4 Maret 2024, beras medium di DIY rata-rata dijual dengan harga Rp15.300 per kilogram (kg), sedangkan beras premium rata-rata Rp16.700 per kg.
Minyak goreng sawit kemasan premium Rp17.900 per liter, minyak goreng sawit curah Rp15.800 per liter, Minyakita Rp15.400 per liter, gula pasir kemasan Rp17.600 per kg, dan tepung terigu Rp11.700 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.