Atasi Krisis Air Bersih, Sumur Bor Senilai Rp488 Juta Dibangun di Selopamioro
DPRD DIY memantau sumur bor Rp488 juta di Selopamioro untuk membantu sekitar 350 KK menghadapi kesulitan air bersih.
Ilustrasi mobil baru./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pasar otomotif di awal 2024 masih lesu. Tidak hanya karena pemilihan presiden (Pilpres) yang membuat konsumen wait and see, kenaikan harga pangan juga menjadi biang lesunya penjualan.
Hal tersebut disampaikan oleh General Manager (GM) PT Sumber Baru Mobil, Rizki Indriananta.
Kenaikan harga pangan salah satunya adalah beras. Saat harga pangan tersebut naik, maka akan diikuti oleh kebutuhan lain. Masyarakat pun lebih memilih memenuhi kebutuhan primer dan sekunder terlebih dahulu.
"Faktor penghambat jelas ini karena daya beli turun, konsumen kebanyakan wait and see yang punya duit kan kebanyakan wait and see hasil Pemilu, tetapi yang paling penting karena harga komoditas terutama beras ini kan melambung tinggi," ucapnya, Selasa (5/3/2024).
Dia menyampaikan penjualan Februari 2024 turun 10%-12% dibandingkan dengan Januari 2024. Diperkirakan penjualan akan membaik pada Maret 2024 yang diperkirakan akan tumbuh 20% dibandingkan Februari 2024.
BACA JUGA: Tak Sesuai Ekspektasi, Penjualan Suzuki di DIY Tahun Lalu Baru 86% dari Target
Lebih lanjut, dia mengatakan, penjualan Maret 2024 akan didorong adanya momen Lebaran. Pasalnya menjelang Lebaran banyak masyarakat yang memenuhi kebutuhan tersier salah satunya mobil.
"Kalau bulan depan semoga enggak lesu ya karena orang kadang-kadang kebutuhan wah lebih penting. Kalau masyarakat menengah atas udah gak gitu biasa. Cuma masyarakat kita kebanyakan menengah ke bawah kadang-kadang kebutuhan tersier lebih penting dari kebutuhan primernya," ujar dia.
Saat disinggung mengenai produk Suzuki Jimny 5 door 4x4 yang baru diluncurkan, hingga kini sudah banyak yang inden, sekitar 30 unit. Sementara yang sudah terdistribusi ada empat unit. “Indennya cukup lama, yakni sekitar satu tahun.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY memantau sumur bor Rp488 juta di Selopamioro untuk membantu sekitar 350 KK menghadapi kesulitan air bersih.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Sebanyak 52,41% pekerja DIY masih berada di sektor informal. Buruh menilai kondisi ini menunjukkan warga menciptakan lapangan kerja sendiri.