Disdikpora DIY Susun SOP Pencegahan Kekerasan di Sekolah, Ditarget Rampung 3 Bulan
Disdikpora DIY menyusun SOP pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. SOP ditargetkan rampung dalam tiga bulan.
Ilustrasi beras di pasar tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Beras menjadi salah satu komoditas pangan yang harganya masih tinggi saat ini. Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian UMY, Oki Wijaya menyarankan untuk mengatasi kenaikan harga beras yang disebabkan oleh perubahan iklim memerlukan strategi dari semua pihak. Pemerintah, sektor pertanian, hingga konsumen.
Beberapa langkah yang bisa diambil seperti mengembangkan dan menggunakan varietas padi yang tahan pada cuaca ekstrem seperti kekeringan, banjir, dan suhu tinggi. Varietas yang tahan terhadap stres abiotik dan biotik dapat membantu memastikan stabilitas produksi padi, bahkan dalam kondisi iklim yang berubah.
BACA JUGA : Relaksasi HET Diperpanjang, Harga Beras Premium Bisa Semakin Meroket
"Kemudian memanfaatkan teknologi pertanian modern seperti hidroponik untuk budidaya padi atau penggunaan drone dan sistem informasi geografis [GIS] untuk pemantauan dan manajemen lahan. Membantu meningkatkan efisiensi penggunaan air dan nutrisi serta pengelolaan hama dan penyakit tanaman," katanya, Sabtu (23/03/2024).
Selain itu pentingnya melakukan manajemen risiko dan asuransi pertanian. Sehingga petani bisa terlindungi dari kerugian akibat perubahan iklim, seperti kekeringan atau banjir. "Hal ini dapat memberikan keamanan finansial bagi petani dan mendorong mereka untuk terus bertani meskipun menghadapi risiko iklim yang tinggi," ungkapnya.
Langkah lainnya dengan membangun dan mengelola stok pangan strategis yang dapat digunakan untuk menstabilkan harga beras di pasar. Stok ini dapat dipergunakan ketika terjadi gagal panen atau produksi beras berkurang akibat dampak perubahan iklim.
Dari sisi konsumen bisa mengoptimalkan program diversifikasi pangan. Ini menjadi strategi mengatasi kenaikan harga beras dan tantangan keamanan pangan, terutama di negara-negara yang sangat bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat utama, seperti Indonesia.
BACA JUGA : Harga Beras Bakal Turun Bulan Depan, Jokowi Ingin Petani dan Konsumen Sama-sama Untung
"Diversifikasi pangan tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan saja tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dengan memperluas basis pangan yang tersedia," lanjutnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Ibrahim menyampaikan untuk mengatasi tingginya harga beras saat ini, BI DIY bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menyelenggarakan gerakan operasi pangan murah Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) dan Gerakan Pangan Murah (GPN). "Perkiraan kami ini juga sudah mulai panen. Harapan kami harga beras akan stabil," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora DIY menyusun SOP pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. SOP ditargetkan rampung dalam tiga bulan.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.
Sebanyak 1.001 pembatik akan membatik bersama di Malioboro pada 3 Oktober 2026. Jalan ditutup pukul 06.00-09.00 WIB.
Nissan menilai produsen Tiongkok menjadi tantangan berat dan menyiapkan strategi biaya menghadapi potensi produksi mobil China di Meksiko.
Jadwal Asian Games 2026 30 September menghadirkan panjat tebing, gulat, tenis, sepak takraw, esports, hingga balap sepeda Indonesia.
Vilmei berencana resign sebagai content creator dan bekerja dari nol untuk mengumpulkan Rp100 juta pertama setelah kasus uang Rp1,2 miliar.