Krisis Air Bersih Mulai Meluas di DIY, Puncak Kekeringan di Agustus
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY mencatat sampai dengan Februari 2024 belanja APBN DIY mencapai Rp3,1 triliun tumbuh 30,79% secara tahunan atau (year-on-year/yoy).
Dipengaruhi pertumbuhan dua komponen utama yaitu Belanja Pemerintah Pusat tumbuh 32,44% dan Transfer ke Daerah (TKD) serta Dana Desa tumbuh 29,64%.
BACA JUGA: Butuh Miliaran Rupiah, Pemkab Bantul Minta Dana Pembangunan 2 Pasar Ini ke Pusat
Kepala Kanwil DJPb DIY, Agung Yulianta mengatakan realisasi Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1,32 triliun atau 8,79% dari pagu belanja, tumbuh 32,44%. Terdiri dari realisasi Belanja Pegawai sebesar Rp628,94 miliar atau 13,09% dari pagu belanja, Belanja Barang sebesar Rp547,87 miliar atau 10% dari pagu belanja, dan Belanja Modal sebesar Rp143,29 miliar atau 3,04% dari pagu belanja.
"Kinerja positif Belanja Barang yang naik 106,09% dipengaruhi oleh realisasi Belanja Honor pada Satker KPU untuk pembayaran honor petugas KPPS," paparnya dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (27/03/2024).
Dukungan APBN kepada APBD melalui TKD dan Dana Desa meningkat, hingga Februari 2024, realisasi penyaluran TKD dan Dana Desa sebesar Rp1,83 triliun atau 17,4% dari alokasi. Kinerja TKD dan Dana Desa dipengaruhi oleh pertumbuhan positif realisasi penyaluran Dana Alokasi Umum sebesar Rp1,31 triliun. Kemudian Dana Alokasi Khusus Non Fisik tersalurkan sebesar Rp379,04 miliar.
Sementara Pendapatan Negara hingga Februari 2024 mencapai Rp1,65 triliun naik 54,06%. Kenaikan ini ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh 15,67% dan cukai yang dipengaruhi oleh limpahan Pita Cukai Hasil Tembakau (CK-1) Kredit tahun 2023.
"PNBP juga tumbuh signifikan 442,20% yang disumbangkan oleh pendapatan BLU Pendidikan sebagai dampak perbaikan fasilitas dan kapasitas layanan," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan penerimaan perpajakan DIY tumbuh dengan capaian 15,28% dari target Rp7,38 triliun. Ditopang oleh penerimaan Netto PPh Non Migas yang tumbuh karena adanya kenaikan setoran PPh 21 sebesar 21,7% serta PPN dan PPnBM yang mengalami pertumbuhan positif yang disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi atau konsumsi masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan lebih baik diharapkan mampu mendorong kinerja fiskal DIY. Selain itu, Pemilu juga mempengaruhi konsumsi rumah tangga dan pemerintah sehingga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kondisi APBN Januari sampai Februari 2024 memiliki postur jauh lebih kuat dibandingkan Januari sampai Februari tahun lalu, baik dari sisi penerimaan maupun belanja. Kondisi ekonomi global masih perlu kita waspadai. Namun di dalam negeri, ekonomi kita masih sangat baik dengan pertumbuhan ekonomi akan masih sangat kuat sampai Kuartal I," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Audit pemerintah Korea Selatan mengungkap dugaan KFA membiayai layanan seksual bagi wasit asing menggunakan kartu kredit resmi organisasi saat laga kualifikasi
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah menjalani pemeriksaan intensif dalam kasus dugaan TPPU. Penyidik Kejagung melontarkan lebih dari 20 pertanyaan untuk mendalam
Jangan siram rem panas dengan air! Risiko cakram retak dan performa menurun. Simak cara aman mendinginkan rem dan tips perawatan agar pengereman tetap optimal.
Veda Ega Pratama finis ketiga pada FP2 Moto3 Inggris 2026 di Silverstone. Pebalap Honda Team Asia itu lolos langsung ke Q2 setelah mencatatkan performa impresif
13 cara menghemat baterai iPhone di iOS 26, mulai dari cek penggunaan baterai, kurangi kecerahan, hingga aktifkan Adaptive Power. Optimalkan daya tahan baterai