El Nino Mulai Diwaspadai, Bulog DIY Perkuat Cadangan Beras
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Perumahan/rumah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY menyebut merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, tidak berdampak langsung pada bisnis properti. Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur mengatakan berdasarkan pengalaman sebelumnya, pelemahan rupiah pengaruhnya tidak signifikan.
Dia menjelaskan, memang ada pengaruh di bahan baku, misalnya keramik. Namun ke bahan baku pasir, batu, batu bata, tukang tidak berpengaruh. Menurutnya harga pokok penjualan (HPP) lebih dominan dipengaruhi harga tanah. "Pengaruhnya tidak menjadikan kami kolaps," ujarnya, Selasa (23/4/2024).
Menurutnya karena ada komponen yang naik maka harga sedikit dinaikkan. Ini sudah menjadi konsekuensi logis dari dampak kondisi global saat ini.
Meski demikian, kata Ilham, pemerintah terus mendorong ekonomi tumbuh. Lalu potensi inflasi memang akan menurunkan daya beli, namun tidak sampai menghilangkan daya beli. "Harga jual kami mau gak mau harus dikoreksi."
BACA JUGA: Jokowi dan Gibran Bukan Bagian dari PDIP, Komarudin Watubun: Orang Sudah di Sebelah Sana
Ilham mengatakan masyarakat yang pandai dalam mengatur arus kas, dalam kondisi seperti saat ini biasanya lebih memilih investasi ke barang. Seperti emas dan juga properti. "Inflasi harga naik, ada daya beli menurun, tapi tidak kemudian hilang," jelasnya.
Nilai tukar rupiah masih bergerak fluktuatif. Rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) berdasarkan data terakhir, 22 April 2024 mencapai Rp16.224 per dolar AS. Menguat dari posisi 21 April 2024 sebesar Rp16.280 per dolar AS, tapi melemah dari posisi 18 April 2024 sebesar Rp16.177 per dolar AS.
Sebelumnya, Kaprodi S3 Ilmu Ekonomi FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), Catur Sugiyanto mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh faktor global. Meningkatnya tensi Iran-Israel menyebabkan para pelaku pasar menahan dolar.
Sehingga dolar naik dan rupiah melemah. Selain itu, menurutnya pelaku pasar juga memilih menyimpan cadangan minyak. Sehingga harga minyak global naik. Mereka khawatir perang bisa semakin meluas. "Jadi faktornya dari luar," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.