Kasus Gratifikasi Setjen MPR, KPK Telusuri Sumber Penghasilan Maruf
KPK mendalami penghasilan resmi dan penerimaan uang Ma’ruf Cahyono dalam penyidikan kasus dugaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di Setjen MPR RI.
Kantor Bank Indonesia. - Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Guncangan pasar keuangan global yang memicu arus keluar modal asing kian menekan pergerakan rupiah, mendorong bank sentral memperkuat instrumen stabilisasi demi menjaga kepercayaan pasar dan arah inflasi nasional. Hal ini disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo seusai konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Bank Indonesia (BI) menempuh dan meningkatkan intensitas langkah-langkah stabilisasi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar non-delivery forward (NDF) baik di offshore maupun onshore domestik non-delivery forward (DNDF) serta di pasar spot.
“Respons kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5 plus minus 1 persen pada 2026,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Rabu, (21/1/2025).
Perry menegaskan, kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat agar rupiah tetap terlindungi dari dampak peningkatan ketidakpastian global yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar keuangan domestik.
Data Bank Indonesia mencatat, nilai tukar rupiah pada 20 Januari 2026 berada di level Rp16.945 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 1,53 persen secara point to point (ptp) dibandingkan posisi akhir Desember 2025.
Menurut Perry, pelemahan tersebut dipicu oleh aliran keluar modal asing seiring meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global yang membuat investor cenderung mengalihkan dananya ke aset aman.
Di sisi lain, meningkatnya permintaan valuta asing (valas) oleh perbankan dan korporasi domestik, sejalan dengan aktivitas ekonomi yang terus bergerak, turut memberi tekanan tambahan terhadap kinerja rupiah.
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi terukur di transaksi NDF, DNDF, dan pasar spot, sekaligus memperkuat strategi operasi moneter pro-market agar mekanisme pasar tetap berjalan efektif.
“Bank Indonesia meyakini ke depan akan tetap stabil dengan kecenderungan yang menguat didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Perry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mendalami penghasilan resmi dan penerimaan uang Ma’ruf Cahyono dalam penyidikan kasus dugaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di Setjen MPR RI.
Dembele cetak hattrick cepat saat Prancis kalahkan Norwegia 4-1 dan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026.
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.