ESDM Siapkan Rp4,86 Triliun Pulihkan Kapasitas PLTP Sarulla
ESDM menyiapkan investasi Rp4,86 triliun untuk memulihkan kapasitas PLTP Sarulla menjadi 330 MW dan mengembangkan potensi panas bumi.
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka menyampaikan keterangan pers seusai Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (24/4/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Harianjogja.com, JAKARTA—Kepada pemimpin terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) berharap insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) pada sektor perumahan dapat diterapkan kembali pada 2025.
Presiden Direktur Pakuwon Jati, Alexander Stefanus Ridwan Suhendra mengatakan pihaknya mendukung kelanjutan pemberlakuan insentif PPN DTP pada 2025 mendatang. Dia pun berharap Presiden terpilih Prabowo Subianto dapat mempertimbangkan kelanjutan pemberlakuan kebijakan ini. "Kalau perlu diteruskan lagi sama Pak Prabowo. Kita nanti usahakan lagi soal ini," jelas Ridwan seusai acara Topping Off Ceremony Pakuwon Residence Bekasi, Sabtu (27/4/2024).
Ridwan memaparkan, dampak positif insentif PPN DTP secara siginifikan bukan dirasakan oleh perusahaan pengembang, melainkan masyarakat. Menurutnya, keringanan yang diberikan pemerintah ini akan mempermudah masyarakat dalam membeli rumah.
Di sisi lain, Ridwan juga menyebut pihaknya juga turut merasakan imbas positif adanya insentif PPN DTP ini. Dia menuturkan tingkat penjualan proyek-proyek hunian milk PWON mengalami kenaikan dibandingkan dengan sebelum pemberlakuan insentif ini. Meski demikian, Ridwan enggan menyebutkan besaran pertumbuhan penjualan yang dibukukan perusahaan dengan insentif tersebut.
Baca Juga
OPINI: Pemerintah Meningkatkan Kepemilikan Rumah dengan Insentif PPN
Kabar Gembira! PPN Gratis untuk Rumah Baru Berlaku mulai November 2023
Tunggu Insentif Pajak Kelar, Pengembang Tunda Kenaikan Harga Rumah
"Pokoknya banyak lah pengaruhnya ke penjualan. Kalau tidak banyak, kita tidak minta lagi [perpanjangan pemberlakuan insentif]," kata Ridwan.
Sebagai informasi, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi merilis regulasi terkait penyaluran insentif PPN DTP pada sektor perumahan tahun anggaran 2024 setelah sebelumnya diberlakukan pada 2023 lalu. Payung hukum implementasi penyaluran PPN DTP 2024 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2024.
Mengacu pada Pasal 5 ayat 1 PMK 7/2024, PPN ditanggung Pemerintah dapat dimanfaatkan untuk setiap satu orang pribadi atas perolehan satu rumah tapak atau satu satuan rumah susun. Secara lebih rinci, masyarakat yang berhak mendapat PPN DTP adalah warga negara Indonesia yang memiliki nomor pokok wajib pajak atau nomor identitas kependudukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
ESDM menyiapkan investasi Rp4,86 triliun untuk memulihkan kapasitas PLTP Sarulla menjadi 330 MW dan mengembangkan potensi panas bumi.
Roberto Mancini gagal membawa Italia menang dalam laga perdananya. Gli Azzurri kalah 0-2 dari Belgia di UEFA Nations League.
Debut Zinedine Zidane bersama Prancis berbuah kemenangan 1-0 atas Turki di UEFA Nations League berkat gol Kylian Mbappe.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 26 September 2026 didominasi berawan. Suhu Kota Jogja diprediksi mencapai 34 derajat Celsius.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek tanggal, lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.