Pemilu Bikin Pasar Properti DIY Lesu, REI DIY Optimistis Triwulan II 2024 Tumbuh Positif

Anisatul Umah
Anisatul Umah Sabtu, 04 Mei 2024 21:37 WIB
Pemilu Bikin Pasar Properti DIY Lesu, REI DIY Optimistis Triwulan II 2024 Tumbuh Positif

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY menyebut pasar properti DIY pada triwulan I 2024 sempat lesu dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini terjadi karena ada pemilihan umum (Pemilu) di Februari 2024 lalu.

Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur mengatakan dibandingkan triwulan I tahun lalu penurunannya sekitar 30%. Dia berharap peningkatan penjualan di triwulan II 2024 bisa mengejar capaian dari triwulan sebelumnya. Ilham optimistis di semester I 2024 ini bisa tumbuh positif 10-20%.

"Kami berharap triwulan II naiknya lebih tinggi lagi," ucapnya, Sabtu (4/5/2024).

Lebih lanjut dia mengatakan, di triwulan II ini kenaikan signifikan diharapkan terjadi karena presiden terpilih sudah ditetapkan. Dan sifatnya sudah final.

Sehingga orang yang sudah berniat investasi akan segera mengambil keputusan. Berdasarkan data REI DIY, kata Ilham, lebih dari 50% kecenderungan orang berinvestasi adalah membeli rumah.

Dia menjelaskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) juga akan mempengaruhi pasar properti. Untuk harga Rp500 juta ke bawah menurutnya kalaupun terpengaruh tidak akan signifikan. Pengaruhnya akan dirasakan oleh kelas menengah Rp500 juta - Rp1 miliar.

BACA JUGA: Aksebilitas Masih Rendah, REI DIY Belum Lihat Pasar Properti di Pansela

"Pengaruh lah Pilkada, di Jogja kan juga gak semuanya," jelasnya.

Menurutnya pasca lebaran 2024 sudah terjadi peningkatan penjualan. Sebab banyak orang yang berkunjung dalam beberapa hari dan memutuskan pembelian. Ia memperkirakan kenaikan dari tiga bulan sebelumnya sudah sekitar 20-30%.

"Terjadi rebound, atau traffic konsumen ke lokasi proyek tinggi sekali."

Sebelumnya, dia menyebut pasar properti saat Ramadan lesu karena kebutuhan masyarakat sedang meningkat. Baik untuk sedekah, dan bagi pengusaha ada bujet untuk membayar tunjangan hari raya (THR) yang anggarannya cukup besar.

Ilham mengatakan penurunan terjadi sejak awal Ramadan. Bagi karyawan ada kebutuhan-kebutuhan terkait lebaran seperti membeli baju hingga mudik.  

"Harus menyiapkan uang yang besar akhirnya berimbas ke kami ya," lanjutnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online