BI DIY: Momen Ramadan Hingga Pemilu Dongkrak Ekonomi DIY Triwulan I 2024

Anisatul Umah
Anisatul Umah Selasa, 07 Mei 2024 12:37 WIB
BI DIY: Momen Ramadan Hingga Pemilu Dongkrak Ekonomi DIY Triwulan I 2024

Investasi daerah - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJABank Indonesia (BI) Perwakilan DIY menyebut pertumbuhan ekonomi DIY triwulan I 2024 sebesar 5,02% secara tahunan atau (year-on-year/yoy) didorong oleh beberapa faktor.

Adapun faktor pendorong di antaranya peningkatan permintaan masyarakat di bulan ramadan, pergeseran pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi ASN/TNI/Polri/Pensiunan di triwulan I 2024, hingga pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu).

Kepala Perwakilan DIY, Ibrahim mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,02% yoy lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya 4,86% yoy. Capaian ini memposisikan DIY sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di pulau Jawa.

BACA JUGA: Lawan Timnas Indonesia, Guinea Dikabarkan Mengundurkan Diri dari Play Off Olimpiade Paris 2024, Faktanya Seperti Ini

Dia optimis ekonomi DIY 2024 tetap positif di kisaran 4,8-5,6% yoy. Menurutnya beberapa tantangan dari perekonomian global maupun domestik perlu diantisipasi, sehingga bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkesinambungan.

"Sehingga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat," ucapnya dalam keterangan resminya, Selasa (7/5/2024).

Lebih lanjut dia mengatakan, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah (Pemda), BI, dan instansi terkait lainnya. Sinergi akan terus diperkuat untuk meningkatkan perekonomian DIY.

Ibrahim menjelaskan dari sisi supply di triwulan I 2024 mayoritas lapangan usaha utama DIY tumbuh positif. Seperti industri pengolahan, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta konstruksi. Pertumbuhan lapangan usaha industri pengolahan tumbuh 4,71% yoy, didorong momen ramadan, sehingga ada peningkatan permintaan pada beberapa produk industri.

Sementara lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 12,58% yoy, didorong kenaikan permintaan hotel seiring momen libur, cuti bersama, dan pelaksanaan kampanye. Lapangan usaha ini menjadi sumber pertumbuhan tertinggi di triwulan I 2024.

"Lapangan usaha konstruksi tumbuh 8,62% yoy, sejalan dengan akselerasi pembangunan PSN [proyek strategis nasional] tol di DIY, serta proyek daerah," jelasnya.

Proyek daerah yang dia maksud seperti revitalisasi jalan dan jembatan untuk mengakomodir kedatangan pemudik ke DIY. Akan tetapi lapangan usaha pertanian terkontraksi 9,51% yoy imbas mundurnya masa panen akibat El-Nino.

Dari sisi permintaan, kata Ibrahim, seluruh komponen tumbuh positif. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,58% yoy, didorong peningkatan kebutuhan masyarakat menghadapi puasa dan lebaran. Seperti sembako, pakaian, dan hampers.

Menurutnya kinerja investasi juga tumbuh positif. Seperti investasi bangunan dari PSN DIY bagian selatan, dan investasi non bangunan dari impor mesin.

"Serta realisasi Belanja Modal Aset Tidak Berwujud yang berasal dari APBD."

Ia menjelaskan konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sejalan dengan realisasi THR yang terjadi di triwulan I 2024. Bergeser dari tahun sebelumnya di triwulan II 2024, serta belanja bantuan sosial APBD provinsi maupun kabupaten/kota yang meningkat tajam dibanding tahun lalu.

"Kinerja ekspor dan impor DIY tumbuh membaik, sejalan dengan kinerja industri yang juga meningkat," lanjutnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online