Sultan HB X Soroti Komunikasi Keluarga Jelang Harganas 2026
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.
Ilustrasi pasokan BBM/ Ist
Harianjogja.com, JOGJA— Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi mengatakan pemerintah perlu menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jika harga minyak mentah dunia sudah mencapai US$100 per barel.
Dia menjelaskan, pemerintah sudah mengambil keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM sampai Juni 2024. Ia berpandangan sebaiknya indikator yang digunakan bukan batas waktu, namun menggunakan indikator yang lebih terukur yakni harga minyak dunia.
Menurutnya konflik yang terjadi di Timur Tengah berpotensi mengerek harga minyak hingga US$100per barel. Sebab konflik ini terjadi di wilayah penghasil minyak dan dekat dengan selat Hormuz yang menjadi lalu lintas angkutan minyak dunia.
"Perang menurut saya bisa menyebabkan harga minyak dunia di atas US$100per barel," ucapnya, Selasa (7/5/2024)
Selaian harga minyak dunia, menurutnya nilai tukar rupiah atas dolar AS juga perlu jadi pertimbangan. Sebab jika kurs melemah dan BBM tidak dinaikkan akan semakin membebani APBN.
Ia menyarankan pemerintah menahan kenaikan harga BBM jika belum mencapai US$100per barel. Sebab kenaikan harga BBM apalagi BBM subsidi akan mengerek inflasi, imbasnya kebutuhan pokok juga naik.
Lebih jauh lagi daya beli masyarakat akan turun dan kemiskinan bertambah. Jika pemerintah harus menaikkan harga BBM mestinya ada bantalan sosial baik bantuan langsung tunai (BLT) atau lainnya untuk meringankan beban orang miskin. Alangkah lebih baik jika penyalurannya sebelum terjadi kenaikan. "Pemerintah mestinya menggunakan harga minyak dunia dan kurs. Jadi ada indikator terukur," jelasnya.
BACA JUGA: Muncul Tumpukan Sampah di Selopamioro, Ini yang Akan Dilakukan Pemkab Bantul
Fahmy memperkirakan jika perang meluas, ada potensi harga minyak dunia tembus US$100per barel. Akan tetapi jika kondisinya seperti saat ini kemungkinan masih di kisaran 90 dolar AS per barel dan maksimal di US$95 per barel.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP)April sebesar 87,61 dolar AS per barel, melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 238.K/MG.03/DJM/2024 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan April 2024.
Kepala Biro KLIK Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi mengatakan ICP April 87,61 dolar AS per barel naik 3,83 dolar AS dari ICP Maret sebesar 83,78 dolar AS per barel. Peningkatan ICP ini dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional. "Menyusul ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasar akan gangguan suplai minyak," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.