Pendidikan Karakter Tak Cukup Jadi Pelajaran
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
LEKA, merek produk elektronik terkemuka berkomitmen memberdayakan perempuan, dengan bangga meluncurkan kampanye “LEKAcarePejuangPerempuan” bekerja sama dengan Kitabisa pada ulang tahunnya yang ke 4. /Istimewa.
JOGJA—LEKA, merek produk elektronik terkemuka berkomitmen memberdayakan perempuan, dengan bangga meluncurkan kampanye “LEKAcarePejuangPerempuan” bekerja sama dengan Kitabisa pada ulang tahunnya yang ke 4.
Inisiatif ini bertujuan untuk mengumpulkan dana sebesar Rp25 juta untuk siapa pun perempuan yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang usia, pekerjaan, maupun status pernikahan. Karena LEKA percaya, setiap perempuan berhak memiliki akses & kesempatan yang setara untuk dapatkan kehidupan lebih baik.
Sampai hari ini, perempuan Indonesia masih harus hadapi segudang tantangan di berbagai lini kehidupan. Baik dari segi pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan banyak lainnya. Di samping itu, akses yang tak merata juga jadi permasalahan tersendiri.
Terbukti dari sulitnya sebagian perempuan dapatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, maupun sanitasi yang layak. Bisa dikatakan, hidup perempuan Indonesia tak pernah lepas dari berbagai rintangan dan masalah bertubi. Walau begitu, para perempuan ini tak pernah gentar untuk hadapi setiap tantangan yang ada.
Kita tak bisa biarkan mereka berjuang sendirian. Karena itu, LEKA turut serta dalam GEBRAKAN (Gerakan Brand Untuk Kebaikan) Pejuang Perempuan. Sebuah inisiatif kolektif dari Kitabisa untuk berbagi bantuan serta memudahkan perempuan Indonesia meraih beragam akses penunjang kehidupan.
Kampanye “LEKAcarePejuangPerempuan” berbentuk sebuah ajakan berdonasi aktif di platform galang dana Kitabisa. Dana yang terkumpul melalui kampanye ini akan disalurkan sesuai dengan tingkat urgensi dan bantuan dapat berbeda-berbeda disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat, yang akan berlangsung hingga 30 Juni 2024.
“Kami percaya pada semangat yang dimiliki setiap perempuan, terutama ibu-ibu dalam upayanya memberikan yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya, merawat dan mencintai tanpa pamrih bagi orang-orang yang mereka cintai. Dengan mendukung kampanye “#LEKAcarePejuangPerempuan”, setiap individu memiliki kesempatan untuk memberikan dampak jangka panjang pada kehidupan pejuang perempuan ini, berbagi bantuan serta memudahkan perempuan Indonesia meraih beragam akses penunjang kehidupan,” kata Dina Kusuma Wardani, Brand Manager of LEKA dalam rilisnya.
“Bersama-sama, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif di mana perempuan berhak memiliki akses & kesempatan yang setara untuk dapatkan kehidupan lebih baik," ujarnya.
LEKA mendorong semua orang untuk menyebarkan berita tentang kampanye “LEKAcarePejuangPerempuan” dengan membagikannya di platform media sosial dan menggunakan tagar #LEKAFourHer #LEKAcarePejuangPerempuan. Sebuah bentuk syukur, 4 tahun penuh inovasi, pemberdayaan, dan dampak positif bagi komunitas, sambil kami terus berusaha menyediakan produk-produk berkualitas sambil mendukung dan memperkuat perempuan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest