Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun, RI Perkuat Pasar Global
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Karyawan Perusahaan Bata Purwakarta.ist/har
Harianjogja.com, PURWAKARTA—Penutupan pabrik alas kaki Bata di Purwakarta merupakan langkah inisiatif perusahaan. Tujuannya untuk mengoptimalkan operasional perusahaan guna memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dikutip dari siaran pers, Direktur dan Sekretaris PT Sepatu Bata Tbk Hatta Tutuko mengaku menghadapi dampak pasca COVID-19 dan banyak tantangan selama empat tahun terakhir. Termasuk, katanya, perubahan perilaku konsumen yang cepat. Bata pun merasa perlu bertransformasi untuk melayani konsumen dengan lebih baik.
BACA JUGA: Ini Daftar Pabrik yang Tutup Pada 2024
"Perusahaan tidak lagi dapat melanjutkan produksi di pabrik di Purwakarta dan sebagai gantinya perusahaan akan menawarkan produk-produk baru yang menarik yang dirancang dan dikembangkan oleh Bata serta produsen lokal dari pabrik mitra kami di Indonesia, banyak di antaranya yang sudah bekerja sama dengan kami sebelumnya,” kata Hatta dikutip Kamis (9/5/2024).
Menurut Hatta, keputusan ini tidak dibuat dengan mudah dan telah melakukan evaluasi mendalam dan persetujuan antara pihak-pihak yang terkait. Penyesuaian ini juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkembang dan beradaptasi di masa-masa perubahan.
Bata telah hadir di Indonesia sejak 93 tahun silam dengan produksi pertamanya dilakukan pada tahun 1940. Selama puluhan tahun, Bata di Indonesia telah berinovasi dalam penawaran produk dan saluran bisnis dengan tujuan untuk selalu melayani dan memenuhi permintaan masyarakat Indonesia dari berbagai segmen pasar yang berbeda.
BACA JUGA: Kemenperin Nilai Strategi Bata Tutup Pabrik Kurang Tepat
Sebagai salah satu pemasar alas kaki dan ritel terkemuka di negara ini, Bata memiliki toko di seluruh negeri, dengan memegang lisensi untuk merek lainnya selain Bata, seperti Comfit, Power, Bubblegummers, North Star, B-First, dan Weinbrenner.
PT Sepatu Bata Tbk akan terus beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat Indonesia dengan kualitas produk terbaiknya, terus berinovasi dan meningkatkan pengalaman pelanggan melalui saluran omnichannel (www.bata.co.id), dan mengintegrasikan pengalaman langsung dari toko fisik dengan kenyamanan berbelanja online.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.