Operasional 17 Dapur MBG di DIY Dihentikan Sementara, Ini Penyebabnya
Sebanyak 17 dapur Program Makan Bergizi Gratis di DIY berstatus suspend. Mayoritas penghentian sementara dipicu persoalan sanitasi, IPAL, dan kelengkapan operas
Ilustrasi./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—DPD Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) DIY menyampaikan kecelakaan bus yang mebawa pelajar di Subang beberapa waktu lalu menjadi sebuah pembelajaran. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Asita DIY, Edwin Ismedi Himna mengatakan setelah kejadian tersebut wisatawan yang akan menggunakan bus akan lebih teliti dan berhati-hati.
Meski demikian, ia yakin kejadian tersebut tidak akan mengurangi minat masyarakat dalam berwisata. Belajar dari kejadian ini kehati-hatian, ketelitian, dan selektif memilih transportasi bagi wisatawan merupakan hal yang utama.
"Kami belajar dari kasus ini, kehati-hatian dan ketelitian," ucapnya, Rabu (15/5/2024).
BACA JUGA: Tegas! Study Tour dan Outing Class Sekolah di Sleman Harus Seizin Pemkab
Dia menjelaskan tidak semua anggota Asita DIY memiliki bus sendiri. Rata-rata menggunakan jasa vendor dari Perusahaan Otobus (PO) yang bergabung di Organisasi Angkutan Darat (Organda). Setiap travel agent anggota Asita DIY sudah punya kerjasama masing-masing dengan PO tersebut.
Edwin menyebutkan saat ini Asita DIY lebih menekankan kepada vendor atau mitra di Organda untuk lebih memperhatikan keamanan dan kondisi busnya. Baik kondisi fisik dan perawatannya.
"Pastinya yang beroperasi sudah mendapatkan izin dari Dinas Perhubungan (Dishub), ini internalnya teman-teman Organda," tuturnya.
Ketua DPD Organda DIY, Adi Prasetyo menyampaikan turut berduka atas kecelakaan yang terjadi di Subang. Menurutnya Organda DIY menghimbau kepada penyewa bus wisata agar berkoordinasi dengan Dishub setempat.
Sehingga tahu mana saja yang memungkinkan disewa, syarat-syarat terpenuhi termasuk izin. "Juga mungkin bisa bertanya ke Organda di setiap kabupaten atau kota," ujarnya.
BACA JUGA: Kasus Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Depok, Organda Minta Peningkatan Pengawasan KIR Bus Pariwisata
Ia menyebut DPD Organda DIY peduli terhadap angkutan berkeselamatan. Semua anggota diimbau tetap melakukan sistem manajemen keselamatan demi mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan dan berdampak ke penyewa atau penumpang.
Lebih lanjut dia mengatakan selain kelaikan kendaraan, Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus diberikan pelatihan dan mitigasi rute sebelum keberangkatan. "Supaya tidak terjadi kecelakaan dan bahaya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17 dapur Program Makan Bergizi Gratis di DIY berstatus suspend. Mayoritas penghentian sementara dipicu persoalan sanitasi, IPAL, dan kelengkapan operas
Becak listrik di Jogja dinilai nyaman oleh pengemudi dan penumpang. Perawatan rutin disebut menjadi kunci agar kendaraan tetap optimal.
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
Kementerian PU menangani 492 titik kekeringan di Indonesia, menyediakan air bersih bagi 155.228 jiwa dan menyelamatkan 22.210 hektare sawah.
Harga minyak dunia naik setelah Iran mengancam membatasi pelayaran di Selat Hormuz. Brent mencapai US$83,50 per barel dan WTI US$78,15.