14 SPPG di DIY Disuspend, BGN Tegaskan Tanpa SLHS Dilarang Operasional
Sebanyak 14 SPPG di DIY disuspend, terdiri dari 3 terkait dugaan keracunan MBG dan 11 karena belum memiliki SLHS.
Pelayanan pengisian BBM di SPBU sejumlah Jawa Tengah dan DIY.IST-Pertamina
Harianjogja.com, JOGJA—Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY menyebut potensi penjualan Pertamax Green 95 atau campuran Pertamax (RON 92) dengan 5% Etanol tidak akan selaris penjualan Pertamax (RON 92). Salah satu penyebabnya adalah terkait dengan daya beli masyarakat.
Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Aryanto Sukoco mengatakan selain daya beli, saat ini belum banyak mobil yang secara spesifikasi disarankan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan RON tersebut.
"Tentu potensi penjualannya [Pertamax Green 95] di bawah Pertamax," ucapnya, Selasa (28/5/2024).
Lebih lanjut dia mengatakan jualan BBM RON tinggi memang lebih menguntungkan. Di mana margin atau keuntungan penjualan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pasti Pas Good untuk Solar 3,77%, Pertalite margin 3,55%, dan Pertamax 4,75%.
Menanggapi adanya SPBU di Jakarta yang tidak lagi menjual Pertalite menurutnya harus dilihat dari sisi lokasi SPBU. Sebab di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya daya beli masyarakat sudah cukup kuat.
"Mungkin SPBU mulai memilih untuk menjual Pertamax Series saja," paparnya.
BACA JUGA: Sejumlah SPBU Mulai Berhenti Menjual Pertalite
Hal ini dikarenakan margin penjualan Pertamax Series lebih besar dan tidak terlalu banyak persyaratan untuk menjualnya. Tetapi untuk daerah-daerah yang daya belinya masih terbatas, maka menjual Solar dan Pertalite masih logis.
"Asalkan tidak melebihi kuotanya," jelasnya.
Sebelumnya, Pjs. Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Marthia Mulia Asri mengatakan belum ada rencana distribusi Pertamax Green 95 di wilayah Jateng dan DIY. Pertalite masih tersedia di semua SPBU Jateng dan DIY.
Dia menjelaskan, total ada 1.048 SPBU yang menjual BBM jenis Pertalite. Tersebar di Jateng 920 SPBU dan DIY 128 SPBU. "Belum ada rencana di tahun ini wilayah Jawa Tengah untuk Pertamax Green 95," ucapnya.
Dia menjelaskan kuota BBM jenis Pertalite juga meningkat di tahun ini. Kuota 2024 sebesar 4,12 juta kilo liter (KL) meningkat 2,1% jika dibandingkan realisasi 2023 sebesar 4,04 juta KL.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 14 SPPG di DIY disuspend, terdiri dari 3 terkait dugaan keracunan MBG dan 11 karena belum memiliki SLHS.
Xiaomi konfirmasi REDMI Note 17 Series rilis 16 September 2026 di Indonesia. Hadir 4 model dengan baterai 10.000 mAh dan sertifikasi TÜV SÜD.
T.O.P membatalkan fan meeting Jakarta H-9. Agensi menyebut kondisi setempat, sementara kaitannya dengan erupsi Anak Krakatau belum dikonfirmasi.
Mau beli HP lipat? Jangan hanya melihat RAM dan kamera. Chipset ikut menentukan multitasking, kamera, gaming, AI, dan efisiensi.
Tidar DIY memperkuat kaderisasi anak muda melalui Tunas 3 dan Musda untuk menyiapkan calon pemimpin serta menjaga persatuan di Jogja.
Menurut Damar, bekerja merupakan tanggung jawab orangtua, tetapi pengasuhan membutuhkan kehadiran. Sekolah dan teknologi, kata dia, tidak dapat menggantikan ras