MBG SMKN 2 Jogja Dihentikan Usai 413 Warga Sekolah Diduga Keracunan
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Acara Rembug Warga Jogja di Alra Corner Rabu petang (12/6/2024). Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) DIY menyebut produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Jogja sangat potensial, akan tetapi brandingnya masih perlu ditingkatkan. Wakil Ketua Dekranasda DIY, Indah Rahayu Muniharti mengatakan setiap daerah di Kota Jogja punya keunggulan lokal.
Misalnya jumputan di Umbulharjo, ecoprint di Karangkajen, dan keunggulan di beberapa wilayah lainnya. Menurutnya branding keunggulan masing-masing wilayah ini yang perlu ditingkatkan.
"Belum banyak yang tahu, yang tahu mungkin perajinnya, tapi kurang luas, sehingga perlu branding yang kuat," ucapnya dalam acara Rembug Warga Jogja di Alra Corner Rabu petang (12/6/2024).
Indah menyebut untuk menghasilkan produk yang berkualitas diperlukan kurasi sehingga bisa naik kelas. Tidak hanya berlomba membuat produk, perlu juga diimbangi dengan kemampuan membranding diri.
Lebih lanjut dia mengatakan, para pelaku usaha ini sudah pernah menghadapi berbagai tantangan salah satunya pandemi covid. Kini sudah bangkit dan kembali berkembang.
"Bicara produk, [perlu] ditumbuhkan lagi satu daerah yang punya keunggulan lokal," jelasnya.
BACA JUGA: Dukung Transformasi Digital UMKM, Diskominfo DIY Gelar Pelatihan E-Business
Senada, Wakil Ketua Bidang Keuangan, Perbankan, Keuangan Syariah, dan Pasar Modal Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY, Wawan Harmawan mengatakan branding masih menjadi pekerjaan rumah bagi UMKM. Branding juga perlu diimbangi dengan kualitas dan kemasan yang bagus.
Setelah itu pelaku UMKM juga perlu belajar tentang inovasi pemasaran. Sehingga brand tersebut bisa semakin kuat. Ia berpandangan UMKM tidak bisa disamaratakan sebab perlu disesuaikan dengan kapasitas masing-masing.
"Belajar produk bisa konstan, kualitas bisa standar, kemudian belajar pemasaran," tuturnya.
Menurutnya ada banyak produk unggulan di Kota Jogja, seperti kerajinan, fashion, makanan, dan lain-lain. Wawan mengatakan, melalui konsep 1.000 UMKM Kadin punya peran untuk membuat UMKM unggul di kotanya sendiri.
"Sehingga punya daya saing pemasaran yang cukup luas," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.