Asita DIY Sebut Kelok 23 Bisa Buka Koridor Wisata Baru
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Ilustrasi tekstil. Freepik\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY menyebut sampai saat ini belum ada perusahaan tekstil yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Wakil Ketua Bidang Organisasi & Keanggotaan API DIY, Timotius Apriyanto mengatakan berdasarkan musyawarah API DIY 2024 belum ada laporan perusahaan tekstil yang melakukan PHK.
Dia mengatakan memang ada informasi yang menyebutkan bahwa di luar DIY sudah ada beberapa perusahaan tekstil yang tutup. Di DIY sendiri, ada satu perusahaan yang tengah recovery dan diharapkan akan baik-baik saja.
"Secara umum belum ada laporan perusahaan yang melakukan layoff, saya ada di forum Tripartit juga," ucapnya, Kamis (13/6/2024).
Timotius mengatakan jika ada PHK mestinya dari serikat pekerja melaporkan, namun sejauh ini belum ada laporan. Ia menyebut kondisi industri saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ada beberapa perusahaan yang kapasitas produksinya tidak sampai 100%. Terjadi penurunan 30-40%.
Kondisi ini disebabkan karena geopolitik global. Krisis energi dan pangan akibat konflik bersenjata di berbagai daerah. Untuk memperbaiki situasi, menurutnya yang perlu ditingkatkan adalah daya saing dan produktivitas.
Daya saing dan produktivitas, kata Timotius, dipengaruhi kondisi dalam negeri. Sementara di dalam negeri sedang masa transisi pemerintahan dan penuh ketidakpastian.
"Sayangnya cenderung tidak berpihak pada kemudahan berusaha," jelasnya.
Dewan Penasehat API DIY, Robby Kusumaharta mengatakan tekstil menjadi tulang punggung ekspor DIY. Punya peranan besar dalam penyerapan tenaga kerja masuknya dolar. "Pertekstilan DIY diwarnai kelompok usaha kecil," kata Robby.
Melansir dari JIBI/Bisnis.com gelombang PHK pabrik tekstil disebut akan kembali terjadi. Kali ini akan terjadi di salah satu pabrik milik perusahaan tekstil terbesar di Indonesia.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi mengatakan kabar tersebut didapatkan dari informasi pelaku usaha terkait. Tak hanya PHK massal, pabrik besar tersebut berpotensi tutup meski masih berupaya bertahan.
"Pabrik tekstil raksasa di Indonesia akan PHK puluhan ribu pekerja, kita lihat sampai September 2024. Perusahaan tersebut masih berjuang agar tetap bisa survive."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.