BNNP DIY Gandeng Budaya Jogja untuk Perangi Narkoba, Ini Strateginya
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Ilustrasi tekstil. Freepik\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY menyebut sampai saat ini belum ada perusahaan tekstil yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Wakil Ketua Bidang Organisasi & Keanggotaan API DIY, Timotius Apriyanto mengatakan berdasarkan musyawarah API DIY 2024 belum ada laporan perusahaan tekstil yang melakukan PHK.
Dia mengatakan memang ada informasi yang menyebutkan bahwa di luar DIY sudah ada beberapa perusahaan tekstil yang tutup. Di DIY sendiri, ada satu perusahaan yang tengah recovery dan diharapkan akan baik-baik saja.
"Secara umum belum ada laporan perusahaan yang melakukan layoff, saya ada di forum Tripartit juga," ucapnya, Kamis (13/6/2024).
Timotius mengatakan jika ada PHK mestinya dari serikat pekerja melaporkan, namun sejauh ini belum ada laporan. Ia menyebut kondisi industri saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ada beberapa perusahaan yang kapasitas produksinya tidak sampai 100%. Terjadi penurunan 30-40%.
Kondisi ini disebabkan karena geopolitik global. Krisis energi dan pangan akibat konflik bersenjata di berbagai daerah. Untuk memperbaiki situasi, menurutnya yang perlu ditingkatkan adalah daya saing dan produktivitas.
Daya saing dan produktivitas, kata Timotius, dipengaruhi kondisi dalam negeri. Sementara di dalam negeri sedang masa transisi pemerintahan dan penuh ketidakpastian.
"Sayangnya cenderung tidak berpihak pada kemudahan berusaha," jelasnya.
Dewan Penasehat API DIY, Robby Kusumaharta mengatakan tekstil menjadi tulang punggung ekspor DIY. Punya peranan besar dalam penyerapan tenaga kerja masuknya dolar. "Pertekstilan DIY diwarnai kelompok usaha kecil," kata Robby.
Melansir dari JIBI/Bisnis.com gelombang PHK pabrik tekstil disebut akan kembali terjadi. Kali ini akan terjadi di salah satu pabrik milik perusahaan tekstil terbesar di Indonesia.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi mengatakan kabar tersebut didapatkan dari informasi pelaku usaha terkait. Tak hanya PHK massal, pabrik besar tersebut berpotensi tutup meski masih berupaya bertahan.
"Pabrik tekstil raksasa di Indonesia akan PHK puluhan ribu pekerja, kita lihat sampai September 2024. Perusahaan tersebut masih berjuang agar tetap bisa survive."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.
Ibunda Fedi Nuril, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri, meninggal dunia pada Selasa 19 Mei 2026. Unggahan duka banjir doa dari penggemar.
WhatsApp luncurkan fitur kirim foto terbaru di iPhone tanpa tutup ruang chat. Simak tampilan menu Recents baru khusus pengguna iOS.
Liverpool dan Adidas meluncurkan jersey kandang musim 2026/2027 bernuansa retro era juara liga 1989-90 dengan teknologi CLIMACOOL+.