Rombongan Biksu IWFP Tiba di Jogja Disambut Sri Sultan
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.
Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagian besar desa wisata di DIY yang jumlahnya mencapai 200 dan tersebar di kabupaten dan kota masih eksis. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forkom Desa/Kampung Wisata & Pokdarwis DIY, Andi Irawanto menyebut lebih dari 80% desa wisata hingga saat ini masih beroperasi dengan kondisi yang berbeda-beda.
“Ada yang sepi pengunjung dan ramai pengunjung. Kondisi ini utamanya dipengaruhi oleh faktor Sumber Daya Manusia (SDM)," ucapnya, Selasa (18/6/2024).
Andi mengatakan agar desa wisata ramai pengunjung inovasi harus terus digiatkan, sehingga wisatawan tidak bosan berkunjung. Berbagai kerja sama juga penting dilakukan.
Lebih lanjut dia mengatakan Kabupaten Sleman saat ini sedang melakukan klasifikasi desa wisata. Nantinya akan dijadikan tolok ukur untuk mengetahui kondisi desa wisata yang ada. "Kondisi desa wisata beragam, ada yang ramai ada yang sepi," katanya.
BACA JUGA: Tak Ada Jaringan Air Bersih, Warga di Tiga Padukuhan Gunungkidul Mengonsumsi Air Hujan
Sebelumnya, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara mengatakan beberapa desa wisata paketnya kurang kuat. Pendampingan terus dilakukan dengan menekankan pada paket-paket yang unik. Sehingga bisa lebih berkelanjutan.
Menurutnya desa wisata harus percaya diri dengan keunikan masing-masing Jangan hanya meniru desa wisata lain. "Kami terus membantu dan mendampingi, penekanan di paketnya," ucapnya.
Ia menyebut potensi desa wisata di DIY sangat besar, di Kabupaten Kulonprogo sudah ada empat yang mendapatkan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), termasuk di kota dan kabupaten lainnya. Bahkan Desa Wisata Nglanggeran mendapat penghargaan dari Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO).
"Potensinya luar biasa, tinggal desa wisata yang lain punya semangat sama dengan desa yang sudah punya award," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.
Dony Oskaria memaparkan tiga pilar transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045, yakni ketahanan pangan, energi, dan penguatan SDM.
Daftar lagu resmi Piala Dunia dari 1990 hingga 2026, dari Waka Waka, Cup of Life, Dreamers hingga Dai Dai milik Shakira dan Burna Boy.
Cara memperbaiki resleting macet dan rusak dengan mudah di rumah, mulai dari slider longgar hingga gigi resleting bengkok.
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.933 per dolar AS pada Kamis 11 Juni 2026. Pasar menanti data inflasi AS dan penjualan ritel Indonesia.
Pemkot Pekalongan, Polres, dan Kemenag melatih pengasuh pesantren untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual terhadap santri.