Sri Sultan Ingatkan Digitalisasi Harus Permudah Pelayanan Publik
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan digitalisasi DIY harus memudahkan masyarakat dan memperkuat layanan publik yang inklusif.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi./IST
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY menyebut beras menjadi komoditas utama penyumbang deflasi bulanan atau (month-to-month/mtm) di DIY pada Juni 2024 sebesar 0,13%. Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto mengatakan hal ini terjadi seiring dengan kecukupan pasokan di tengah masih berlanjutnya panen raya padi, baik di DIY dan provinsi lain.
Selain beras deflasi juga disumbang oleh bawang merah 0,03% mtm sejalan dengan pasokan yang masih terjaga kecukupannya. Kemudian telur ayam ras 0,03% mtm, dan daging ayam ras 0,02% mtm. Harga telur ayam ras menurun disebabkan oleh normalisasi pasca lebaran dan mudik dan penurunan harga daging ayam ras dipengaruhi oleh harga stok pakan ternak, utamanya jagung yang menurun.
BACA JUGA : BPS Menyebut Makanan Sumbang Inflasi 2,53% di Jogja
"Penyumbang utama deflasi yang terjadi di DIY adalah kelompok makanan dan minuman," katanya, Selasa (2/7/2024).
Menurutnya deflasi lebih dalam tertahan oleh meningkatnya harga pada seluruh kelompok komoditas. Harga cabai rawit meningkat 0,02% mtm dan cabai merah 0,01% mtm. Mulai merangkak naik di akhir Juni seiring dengan mulai terbatasnya pasokan pasca berakhirnya musim panen di sejumlah pemasok.
Lebih lanjut dia mengatakan seragam sekolah anak turut menyumbang inflasi 0,01% mtm disebabkan oleh meningkatnya permintaan, seiring dengan tahun ajaran baru. Dalam kelompok administered price, momen Iduladha memicu peningkatan permintaan bahan bakar rumah tangga. "Sehingga mempengaruhi peningkatan harga," ujarnya.
BI DIY memperkirakan inflasi DIY terus terjaga pada kisaran targetnya. Didukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY dalam kerangka 4K Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) DIY 2024.
Di antaranya pelaksanaan operasi pasar/pasar murah yang diperkuat dengan optimalisasi Kios Segoro Amarto sebagai price reference store untuk menjaga daya beli, kampanye belanja bijak, penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) baik antar provinsi maupun intra provinsi, serta replikasi MRANTASI (Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi) di pasar maupun sekolah untuk meningkatkan literasi kepada pedagang pasar, masyarakat dan pelajar.
"Komitmen BI, pemerintah, serta seluruh stakeholder dalam mencapai inflasi 2024 sesuai target sebesar 2,5% plus minus 1%," ucapnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Juni 2024 kembali terjadi deflasi 0,25% secara bulanan. Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy) terjadi inflasi 2,35%, dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 0,56%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan digitalisasi DIY harus memudahkan masyarakat dan memperkuat layanan publik yang inklusif.
Indonesia menurunkan banyak wakil di Taipei Open 2026. Anthony Ginting, Leo/Daniel hingga Fadia/Amallia siap berburu gelar di Taiwan.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Andrea Pirlo terancam gagal jadi pelatih Timnas Italia karena hubungan dagang dengan perusahaan taruhan Rusia yang menuai kontroversi.
MotoGP Inggris 2026 di Silverstone menjadi awal paruh kedua musim. Simak jadwal lengkap serta peluang Veda Ega Pratama di Moto3.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.