Ekonomi DIY Ditarget Tumbuh 6 Persen, Ini 5 Strategi YES 2026

Media Digital
Media Digital Kamis, 03 September 2026 20:07 WIB
Ekonomi DIY Ditarget Tumbuh 6 Persen, Ini 5 Strategi YES 2026

YES 2026 merumuskan lima strategi untuk mendorong ekonomi DIY bertumbuh, inklusif, dan resilien di tengah tantangan global. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Pertumbuhan ekonomi DIY ditargetkan mencapai 5,5–6,0% pada 2026 dan 5,7–6,2% pada 2027. Untuk mengejar sasaran tersebut di tengah ketidakpastian global, Yogyakarta Economic Symposium (YES) 2026 merumuskan lima langkah strategis untuk mendorong ekonomi daerah agar terus bertumbuh, inklusif, dan resilien sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Forum bertajuk “Mengakselerasi Ekonomi DIY yang Bertumbuh, Inklusif, dan Resilien Menuju Masyarakat DIY Sejahtera” itu diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY pada 3 September 2026.

YES 2026 mempertemukan pemerintah daerah, Bank Indonesia, akademisi, praktisi, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T., Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo, Chief Economist Bank Permata Josua Pardede, S.Si., M.Sc., M.S.E., Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta Dr. Y. Sri Susilo, M.Si., anggota Forkopimda DIY, perwakilan OPD, anggota ISEI, akademisi, media massa, serta pelaku usaha dengan total peserta lebih dari 200 orang.

Lima Strategi Ekonomi DIY

Sesi talkshow yang menghadirkan Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T. dan Chief Economist Bank Permata Josua Pardede, S.Si., M.Sc., M.S.E. menghasilkan lima langkah strategis untuk mendorong transformasi ekonomi DIY.

Pertama, meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor unggulan. Upaya ini dilakukan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, adopsi teknologi, inovasi, serta peningkatan efisiensi usaha agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.

Kedua, memperkuat keterhubungan antar pelaku ekonomi. Sinergi antara dunia pendidikan, riset, dunia usaha, dan pemerintah dinilai penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih produktif dan berdaya saing.

Ketiga, memperluas nilai tambah ekonomi lokal. Strateginya mencakup penguatan rantai nilai produk, hilirisasi, standardisasi, serta peningkatan akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, dan jaringan usaha yang lebih luas.

Keempat, mempercepat pemerataan ekonomi. Hal tersebut dilakukan melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru dengan dukungan peningkatan konektivitas, investasi produktif, dan penguatan potensi unggulan wilayah.

Kelima, memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Langkah ini mencakup pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan kapasitas adaptasi terhadap berbagai risiko dan perubahan lingkungan agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat DIY.

Ekonomi DIY Hadapi Ketidakpastian Global

Target pertumbuhan ekonomi DIY tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Dinamika geopolitik, disrupsi teknologi, perkembangan Artificial Intelligence (AI), kesenjangan antarwilayah, serta volatilitas harga pangan dan energi menjadi sejumlah faktor yang perlu diantisipasi.

Karena itu, DIY membutuhkan strategi pembangunan yang adaptif dan berbasis data. Potensi unggulan daerah juga perlu dioptimalkan melalui tiga strategi utama, yakni transformasi ekonomi digital, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, dan penguatan ketahanan pangan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo dalam keynote speech mengatakan perekonomian DIY masih menghadapi tantangan global dan domestik. Menurutnya, respons kebijakan harus implementatif, tepat sasaran, serta didukung kajian yang kuat.

YES 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan dalam menghasilkan gagasan serta rekomendasi untuk memperkuat ekonomi DIY.

Melalui forum tersebut, potensi Jogja sebagai kota budaya dan kota pelajar diharapkan semakin optimal dalam mendukung perumusan kebijakan berkualitas. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan ekonomi DIY yang bertumbuh, inklusif, resilien, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

ISEI Dorong Kebijakan Berbasis Riset

Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta Dr. Y. Sri Susilo, M.Si. dalam sambutannya mengatakan kekuatan ekosistem pendidikan dan riset merupakan modal penting bagi DIY untuk mendorong produktivitas, inovasi, dan daya saing daerah.

Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui penguatan research-based policy. Dengan demikian, hasil riset dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang relevan dan aplikatif.

Dalam konteks tersebut, YES 2026 diharapkan menjadi jembatan antara akademisi dan pengambil kebijakan melalui pertukaran gagasan dan policy insight.

Sementara itu, Wakil Gubernur DIY yang diwakili Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T. menyampaikan pembangunan ekonomi DIY ke depan perlu diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan memiliki daya tahan terhadap berbagai perubahan.

Melalui YES 2026, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat dalam mendukung penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan, peningkatan kualitas pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif, serta kesiapan generasi muda menghadapi transformasi ekonomi.

Call for Paper Diikuti 177 Tim

YES 2026 juga diperkuat rangkaian pre-event berupa Call for Paper dan ISEI Forecaster. Call for Paper YES 2026 diikuti 177 tim dari dalam maupun luar negeri.

Kegiatan tersebut mengusung tiga subtema, yaitu transformasi ekonomi digital, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, dan strategi ketahanan pangan.

Sementara itu, ISEI Forecaster menjadi terobosan baru pada 2026 dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY dalam mendorong keterlibatan akademisi. Kompetisi tersebut melibatkan ISEI Cabang Yogyakarta untuk menyusun proyeksi PDRB dan inflasi daerah.

Program itu ditujukan untuk membangun budaya scientific forecasting yang kredibel sehingga dapat menghasilkan proyeksi ekonomi daerah yang akurat sebagai landasan rekomendasi kebijakan.

Ekosistem Literasi Ekonomi dan Riset

Penyelenggaraan YES 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Forum tersebut tidak hanya membahas target pertumbuhan, tetapi juga menempatkan riset, inovasi, transformasi digital, ekonomi kreatif berbasis budaya, UMKM, pangan, hingga pemerataan sebagai bagian dari strategi pembangunan DIY.

Melalui kolaborasi pemerintah, Bank Indonesia, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, lima strategi yang dirumuskan dalam YES 2026 diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi DIY menuju pertumbuhan yang lebih inklusif dan resilien.

Pada akhirnya, penguatan produktivitas, keterhubungan ekonomi, nilai tambah lokal, pemerataan, serta ketahanan ekonomi menjadi bagian dari upaya memastikan pertumbuhan DIY tidak hanya tercermin dalam angka PDRB, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online