Pemda DIY Tata 23 Fasad Bangunan Malioboro, Anggaran Rp1,17 Miliar
Pemda DIY menargetkan penataan 23 fasad bangunan Malioboro pada 2026 dengan anggaran Rp1,17 miliar untuk menjaga karakter kawasan Sumbu Filosofi.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan timbunan sampah di depo yang ada di wilayah Kota Jogja belum lama ini. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Persoalan penanganan sampah di Jogja hingga kini belum selesai. Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyebut masalah sampah bisa berdampak ke sektor pariwisata.
Wakil Ketua GIPI DIY, Erwan Widyarto menjelaskan, pariwisata mengharuskan adanya something to do, something to buy, something to see, something to remember.
Menurutnya jika yang dilihat dikotori oleh tumpukan sampah bisa dipastikan akan membuat wisatawan menjadi jengah. Dampaknya yang diingat adalah masalah sampah tersebut, bukan kenangan indah seputar atraksi atau keindahan alam di DIY.
"Terutama jika sampah yang tidak terkelola berada atau dekat dengan tempat wisata," ucapnya, Selasa (9/7/2024).
Dia menjelaskan para pelaku industri pariwisata terus berusaha mewujudkan DIY sebagai destinasi pariwisata yang bertanggung-jawab. Salah satunya melalui edukasi dan pengelolaan sampah di destinasi.
Erwan mengatakan sejumlah hotel mengelola sampah organiknya menjadi pupuk cair. Beberapa kampung wisata juga sudah melakukan hal yang sama seperti
Kampung Wisata Prenggan dan Purbayan.
Lebih lanjut dia mengatakan, sejauh ini belum ada informasi yang menunjukkan pembatalan kunjungan wisatawan karena masalah sampah. Namun, semua stakeholder pariwisata di DIY semakin menyadari pentingnya menjaga keberlanjutan industri pariwisata.
"Pengelola desa wisata antusias meningkatkan kapasitas SDM-nya agar bisa mengelola sampah dari kegiatan pariwisata," jelasnya.
Ia menyebut selama ini pariwisata selalu dijadikan tersangka berbagai masalah yang ada seperti jalanan macet hingga masalah saat ini terkait sampah. Pariwisata, kata Erwan, bisa lepas dari tudingan tersebut dengan melakukan beberapa hal.
Seperti pelaku wisata dan pemerintah secara serius membenahi tata kelola pengelolaan sampah. Setiap orang adalah penghasil sampah, sehingga wajib mengelola sampah yang dihasilkan.
"Dilakukan dengan reduce, reuse, recycle (3R)," ungkapnya.
Dia mencontohkan upaya pengurangan sampah bisa dilakukan dengan mengganti welcome drink di desa wisata dari kemasan plastik menjadi minuman khas lokal disajikan dengan wadah gelas gerabah, cangkir blirik dan lainnya. Welcome snack juga bisa disajikan dengan konsep nirsampah.
Langkah berikutnya penanganan sampah dilakukan dengan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir. Dia mengaku sudah berkeliling ke desa wisata untuk melakukan edukasi mengelola sampah di destinasi.
"Semoga cara mengelola sampah yang benar dan berwawasan lingkungan ini benar-benar dilaksanakan." (Anisatul Umah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menargetkan penataan 23 fasad bangunan Malioboro pada 2026 dengan anggaran Rp1,17 miliar untuk menjaga karakter kawasan Sumbu Filosofi.
Pelatih kepala baru PSIM Jogja, Risto Vidakovic, mulai terlibat dalam proses pembenahan tim meski belum resmi mendampingi skuad dari pinggir lapangan. Pelatih a
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.
KAI Daop 6 Yogyakarta membuka pemesanan tiket kereta keberangkatan 1 Desember 2026 melalui Access by KAI mulai 1 November.
Polri akan mendalami keluhan penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran di Sukoharjo melalui mekanisme pengawasan internal, termasuk Propam.
Anggota DPRD Sleman Respati Agus Sasangka menindaklanjuti keluhan sampah di Pasar Cebongan dengan mengusulkan penggunaan insinerator dan optimalisasi mesin komp