Ekonomi Jogja Tumbuh 5,84 Persen, Ini Sektor Paling Moncer
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Petani memanen padi di sawah yang berada di Dusun Jalakan, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Selasa (16/4/2024)./Harian Jogja-Arief Junianto
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyebut La Nina berdampak pada penurunan hasil panen. Oleh karena itu sebagai langkah antisipasi petani diharapkan selalu mengikuti arahan dari petugas terkait dengan waktu tanam.
Plt. Kepala DPKP DIY, R. Hery Sulistio Hermawan mengatakan petani juga diminta untuk memilih varietas yang tahan genangan. Serta selalu waspada terhadap serangan hama dan penyakit tanaman.
Baca Juga: Waspada! Fenomena La Nina Bisa Berdampak ke Sektor Pariwisata
Dia menjelaskan potensi La Nina akan berdampak pada musim kemarau yang pendek sehingga ada kemungkinan hujan dengan intensitas rendah.
"Di mana sesuai laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sampai dengan September akan ada La Nina lemah," ucapnya, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga: Waspada! Fenomena La Nina Bisa Bikin Harga Pangan Naik
Lebih lanjut dia mengatakan curah hujan akibat La Nina bisa mengakibatkan banjir yang berdampak pada tanaman. Tanaman yang terendam air bisa mati atau terinfeksi penyakit.
"Mengakibatkan penurunan hasil panen," lanjutnya.
Sebelumnya, Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian UMY, Oki Wijaya mengatakan dampak dari La Nina membuat pasokan pangan berkurang dan harganya melonjak. Jika La Nina terjadi dampaknya ke sektor pertanian khususnya tanaman pangan bisa signifikan dan beragam.
Baca Juga: Peneliti BRIN: Fenomena La Nina Sudah Terasa di Juli, Capai Puncak di Oktober hingga November 2024
Curah hujan yang dibawa La Nina bisa memberikan irigasi alami untuk tanaman seperti padi dan jagung, yang biasanya sangat bergantung pada sistem irigasi buatan. Curah hujan ini, kata Oki, bisa mengurangi biaya irigasi dan meningkatkan hasil panen jika diatur dengan baik.
Namun di sisi lain, curah hujan yang berlebihan juga membawa risiko besar berupa banjir yang dapat merusak tanaman, mengganggu infrastruktur pertanian, dan mengakibatkan erosi tanah yang parah.
Menurutnya banjir tidak hanya menghanyutkan tanaman yang sedang tumbuh. Tetapi juga dapat merusak lapisan tanah atas yang kaya nutrisi. "Mengurangi kesuburan tanah untuk musim tanam berikutnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Gala Dinner Pembukaan 35th International Cycling History Conference (ICHC) diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Klaten, Senin malam (18/5/2026).
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Minggu (17/5/2026).
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.