Advertisement
Waspada! Fenomena La Nina Bisa Bikin Harga Pangan Naik
La Nina dan El Nino. Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian UMY, Oki Wijaya mengatakan dampak dari La Nina bisa membuat pasokan pangan berkurang dan harganya melonjak. Jika La Nina terjadi dampaknya ke sektor pertanian khususnya tanaman pangan bisa signifikan dan beragam.
Curah hujan yang dibawa La Nina bisa memberikan irigasi alami untuk tanaman seperti padi dan jagung, yang biasanya sangat bergantung pada sistem irigasi buatan. Curah hujan ini, kata Oki, bisa mengurangi biaya irigasi dan meningkatkan hasil panen jika diatur dengan baik.
Advertisement
Namun di sisi lain, curah hujan yang berlebihan juga membawa risiko besar berupa banjir yang dapat merusak tanaman, mengganggu infrastruktur pertanian, dan menyebabkan erosi tanah yang parah.
Menurutnya banjir tidak hanya menghanyutkan tanaman yang sedang tumbuh. Tetapi juga dapat merusak lapisan tanah atas yang kaya nutrisi. "Mengurangi kesuburan tanah untuk musim tanam berikutnya," katanya, Sabtu (6/7/2024).
Oki mengatakan kelembaban tinggi akibat La Nina juga bisa menimbulkan penyakit tanaman dan serangan hama. Seperti bercak daun dan busuk batang dapat menyebar lebih cepat dalam kondisi basah. Sementara hama seperti serangga tertentu bisa berkembang biak lebih banyak dan menyerang tanaman lebih agresif.
Sehingga panen bisa berkurang signifikan dan mengganggu pasokan pangan lokal. Penurunan hasil panen ini dapat mengurangi efisiensi produksi dan profitabilitas petani, mengingat biaya penanganan hama dan penyakit yang meningkat. "Penurunan produksi akibat banjir dan penyakit tanaman dapat menyebabkan kenaikan harga," ungkapnya.
Ia mengatakan pasokan yang turun dan permintaan yang tetap atau meningkat berdampak pada lonjakan harga. Lebih jauh akan memperburuk ketahanan pangan, terutama bagi masyarakat miskin yang menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk membeli makanan.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi La Nina di antaranya mengoptimalkan sistem irigasi dan drainase untuk mengelola kelebihan air dan mencegah banjir. Serta penggunaan teknologi pemantauan cuaca untuk memberikan peringatan dini ke petani.
Ia menyebut langkah lainnya dengan pengembangan dan penanaman varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi basah dan penyakit. Lalu, menanam berbagai jenis tanaman yang memiliki toleransi berbeda terhadap kondisi cuaca ekstrem, dapat mengurangi risiko kegagalan total pada satu jenis tanaman.
"Program asuransi pertanian juga dapat memberikan perlindungan finansial," katanya.
Di sisi lain, kata Oki, pemerintah dan pihak terkait harus mengambil langkah untuk memastikan stok ketersediaan pangan tetap stabil. Salah satunya dengan membangun cadangan pangan nasional yang cukup besar untuk menutupi kekurangan pasokan yang mungkin terjadi.
BACA JUGA : Jogja dan Sleman Diguyur Hujan Sepanjang Siang Tadi, Begini Penjelasan BMKG
"Program subsidi harga pangan dapat membantu menjaga harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat," lanjutnya.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY Reni Kraningtyas mengatakan secara umum wilayah DIY sudah memasuki musim kemarau. Ia menyebut kemarau saat ini berbeda tahun lalu, di mana tahun lalu terjadi El Nino yang mengakibatkan kemarau panjang.
Tahun ini ada potensi La Nina atau kemarau yang lebih basah dari biasanya. "Fenomena La Nina di Sleman dan wilayah DIY secara umum sudah mulai terlihat di bulan ini" kata Reni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal Bus Sinar Jaya, Jogja-Parangtritis dan Baron, 29 Januari 2026
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Galeri24 Stabil dan UBS Turun Tipis
- Ibu Rumah Tangga Bangun Aset Keluarga lewat Program Miss Cimory
- Prediksi Faisal Basri Viral Lagi, Gejolak Politik Picu Krisis Ekonomi
- Bulog Kanwil Yogyakarta Mulai Salurkan Minyakita ke Pasar Tradisional
- Menkeu Purbaya Rombak 36 Pejabat Eselon II, DJBC Dominan
- Pelaporan SPT Lewat Coretax Tembus 867 Ribu, DJP Ingatkan Sanksi Denda
- Insentif PPh 21 2026 Positif, tetapi Belum Dongkrak Daya Beli
Advertisement
Advertisement



